alexa
disway ntt malang

Perusahaan Penyebab Longsor Tenggarong Seberang Siap Bertanggungjawab

Kukar, nomorsatukaltim.com – Longsornya lahan masyarakat di RT 16 Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, berlanjut ke Rapat Dengar Pendapat (RDP). Memertemukan perusahaan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pihak perusahaan dalam hal ini PT Bukit Beiduri Energi (PT BBE) dan PT Mahakam Abadi Makmur (PT MAM) diduga menjadi dalang longsor di Tenggarong Seberang tersebut.

Karena aktivitas pertambangan dilakukan oleh dua perusahaan tersebut. Sebabkan sejumlah aset terkena dampak. Tidak hanya milik masyarakat. Pun punya pemerintah.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Kukar Didik Agung Eko Wahono, bersama Firnadi Ikhsan dan Supriyadi. Sempat alot. PT BBE dan PT MAM Saling lempar tanggung jawab. Namun akhirnya PT BBE siap bertanggung jawab, selaku pemilik konsesi pertambangan (KP).

“Hasil rapat ini, kita sidak dan cek kembali bersama para OPD agar bisa menghitung, taksiran OPD sesuai aturan yang berlaku di Kukar,” terang Didik Agung pasca RDP pada awak media, Senin (5/4/2021).

Sidak ini dimaksudkan agar keputusan dapat diambil. Contohnya  terkait jumlah aset yang terdampak, itu perhitungannya dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) misalnya. Selanjutnya, memberikan rangkuman untuk ditindaklanjuti oleh OPD terkait dan tim-tim kecilnya yang akan bekerja dan menyelesaikan masalah longsor di Tenggarong Seberang.

Sementara itu, Community Development PT BBE, Rahman Virlianto mengatakan kesiapan perusahaan untuk bertanggungjawab penuh. Dengan catatan apabila memang karena human error dari mereka sendiri. Sehingga lebih memilih dan menunggu hasil sidak di lapangan bersama OPD terkait.

“Nanti di lapangan kebetulan ada OPD terkait, coba kita buktikan kami penyebabnya atau bukan. Biar teman-teman OPD yang memberi penilaian,” ungkap Rahman.

Diketahu, longsor di Tenggarong Seberang terjadi pada Kamis (1/4) malam lalu. Akibatnya lahan masyarakat yang belum dilakukan pembebasan sekitar aktivitas ikut tertimpa. Dan juga jalan semenisasi milik masyarakat yang dianggarkan melalui APBD. Bahkan sekitar lima bangunan lain yang berada sangat dekat dengan aktivitas tambang tersebut juga jadi korban. (mrf/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply