alexa

BUMDes di PPU Serap Modal Rp 9,3 Miliar, Dinilai Kurang Produktif

PPU, nomorsatukaltim.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar pada 30 desa di PPU hingga kini telah menyerap penyertaan modal. Angkanya mencapai Rp 9,3 miliar. Yang digunakan untuk menghidupkan bisnis.

Penyertaan modal sebesar ini merupakan akumulasi dari modal mulai tahun 2015 hingga 2020.

“Dari total penyertaan modal yang mencapai Rp 9,3 miliar tersebut, pengembangan di sektor pengembangan ekonomi desa,” ujar Tenaga Teknis Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (P2KPM) Kabupaten PPU Imam Subarkah, Jumat, (2/4/2021)

Ia menjelaskan rincian serapan penyertaan modal untuk 30 BUMDes tersebut. Dimulai pada 2015 senilai Rp 1,2 miliar, tahun 2016 tercatat Rp 442,6 juta, 2017 senilai Rp 1,35 miliar.

Kemudian tahun 2018 dengan penyertaan modal mencapai Rp 3,97 miliar, tahun 2019 senilai Rp 1,15 miliar, dan tahun 2020 dengan penyertaan modal sebesar Rp 1,18 miliar.

Total omzet yang diperoleh Rp 1,14 miliar, laba Rp 719,55 juta, dan realisasi pendapatan asli desa (PADes) Rp 328,33 juta

Baca Juga:  Penyertaan Modal PDAM Balikpapan Disoal DPRD

“Adanya omzet yang hanya Rp 1,14 miliar dan laba Rp 719,55 juta, sementara modalnya mencapai Rp 9,3 miliar. Ini menggambarkan masih tingginya indikasi aset yang tidak produktif dan tingginya uang yang belum digunakan,” ucapnya.

Meski begitu, untuk tahun 2020 terdapat beberapa catatan kinerja keuangan beberapa BUMDes. Seperti ada empat BUMDes yang memiliki akumulasi modal di atas Rp1 miliar, yakni BUMDes di Desa Giripurwa, Api-Api, Sesulu, dan Desa Labangka Barat.

“Kemudian ada 13 BUMDes melaporkan omzet dan laba positif, ada nilai aset produktif yang masih tercemar dengan aset tidak lancar, piutang tidak lancar, dan nilai penyusutan. Dari sisi usaha, unit perkreditan berkontribusi mencapai 87 persen terhadap kinerja BUMDes,” tutup Imam. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply