alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

UMKM PPU Dapat 50 Ribu Bantuan Kemasan Menarik

PPU, nomorsatukaltim.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Penajam Paser Utara (PPU) memberikan bantuan 50 ribu kemasan menarik secara gratis bagi 50 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk membantu pelaku usaha dalam memasarkan produk buatannya.

Kemasan menarik jelaslah menjadi daya tarik. Di samping panganan yang ada didalamnya juga enak. Namun, hal ini tak jarang masih menjadi kendala UMKM di Benuo Taka.

Plh DPMD PPU, Usep Supriyatna menuturkan urusan kegiatan pemberdayaan masyarakat termasuk pemberdayaan UMKM. Diakuinya kelompok ekonomi usaha yang ada di desa memiliki keterbatasan tersendiri. Apalagi jika hanya mengandalkan anggaran dari APBD.

Sehingga DPMD diperlukan kerja sama dengan pihak-pihak luar untuk menunjang kegiatan tersebut.

“Makanya kami di DPMD bersama teman temen Pro-P2KPM ini mencoba menggagas kolaborasi tersebut antara akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan dari kawan-kawan media,” katanya, Rabu, (31/3/2021).

Adapun program bantuan kemasan itu digagas bersama dengan Amal Zakat Nurul Hidayat dan IKA Universitas Padjadjaran (Unpad) Balikpapan. Yang memberikan bantuan berupa kemasan produk menarik dan alat-alat produksi secara gratis.

“Setiap bulan akan ada 3 produk UMKM yang akan menjadi contoh untuk dikembangkan oleh DPMD,” sebutnya.

Masing-masing UMKM memperoleh bantuan kemasan sebanyak seribu kemasan. Untuk kemasan yang sudah diberikan sudah ada 15 UMKM, sehingga masih ada 35 UMKM lagi yang masih menunggu bantuan kemasan untuk produk dari masing-masing UMKM tersebut.

Bantuan tersebut sebagian sudah diberikan, sebagian lagi masih dalam proses usulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersebar di beberapa kecamatan pada Kabupaten PPU.

“Untuk desain, ada yang didesainkan oleh IKA Unpad. Ada yang dilakukan desain sendiri oleh pelaku UMKM jika kebetulan pemilik UMKM tersebut bisa mendesain,” urai Usep.

Bantuan kemasan produk itu macamnya seperti sambal yang dikemas dalam botol. Kemudian amplang, keripik, abon, dan aneka makanan ringan lainnya. Dan nantinya juga dikemas dalam plastik maupun aluminium foil.

“Harapannya merupakan wujud tindak lanjut dari program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat Pro-P2KPM yang ada di desa. Agar kegiatan-kegiatan pemberdayaan itu berlanjut, tidak hanya kita latih saja, tapi kita kasih alat produksi untuk akhirnya,” pungkasnya. (rsy/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply