alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Segera Realisasikan

Pemerataan Jaringan Internet di Kampung

TANJUNG REDEB,DISWAY – Keterbatasan jejaring internet di perkampungan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten Berau, yang belum sepenuhnya tuntas. Polemik itu, menjadi perhatian Ketua DPRD Berau Madri Pani.

Menurutnya, kepala daerah seyogyanya bisa mengatasi persoalan ketimpangan jaringan telekomonikasi, terutama koneksi internet di sejumlah perkampungan di Bumi Batiwakkal. Apalagi, kondisi pandemik COVID-19 mengharuskan semua aktivitas dilakukan online, mulai pekerjaan hingga pendidikan.

“Sekarang semua serba online, sekolah online, laporan kampung online, tapi tidak didukung sarana prasarana yang memadani. Pun ada, sangat terbatas. Ini mau sampai kapan?” tegasnya kepada Disway Berau, Senin (29/3).

Keterbatasan fasilitas telekomunikasi, juga menghambat promosi potensi kampung. Seperti Pulau Maratua yang disebut-sebut Maldives-nya Indonesia, namun infrastruktur dasar sangat terbatas.

“Sinyal hanya bisa dinikmati kampung tertentu, jadinya kebanyakan wisatawan menujunya ke sana, yang ada jaringan. Sehingga, pemerataan ekonomi tidak merata,” jelasnya.

Potret serupa juga dirasakan masyarakat perkampungan di Kecamatan Kelay, bahkan beberapa tidak terjangkau jaringan telekomunikasi, alias blankspot. Sehingga, kunjungan pariwisata sangat minim di wilayah tersebut. Pun ada, kata dia, masih dihitung jari.

“Pusat kecamatan saja ada sinyalo, itu pun kembang kempis. Kadang ada, kadang tidak. Apalagi yang di pedalaman. Sampai kapan kondisi ini dibiarkan, tidak kasihan sama warga sana,” terangnya.

Padahal, kata dia, setiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menggaungkan peningkatan pariwisata sebagai sumber pendapatan asli daerah alternatif pengganti sektor pertambangan batu bara. Namun, implementasinya belum optimal dilaksanakan.

“Kalau begini, kapan kita benar benar berhenti bergantung batu bara dan beralih ke wisata sebagai penopang APBD nantinya,” tuturnya.

Bahkan, usulan dan perencaan kampung kini harus dilaporkan melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Kondisi itu, akan menjadi kendala pemerintah kampung dalam penyampaian usulan pembanguan di daerahnya.

Sehingga, Madri meminta, Bupati Berau Sri Juniarsih dan Wakil Bupati Gamalis segera merealisaiskan penyediaan Very Small Aperture Terminal (VSAT) internet satelit, agar tidak ada lagi kampung yang blankspot.

“Itu janji kampanye mereka, katanya mau beli jaringan satelit. Itu harus direalisasikan, karena semua kampung pasti menunggu-nunggu,” tutupnya. */ZUH/JUN

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply