alexa
disway ntt malang

Masih Sebatas Isu

Rumah Sakit Bertaraf Internasional

TANJUNG REDEB, DISWAY Rencana pihak swasta membangun rumah sakit bertaraf internasional di Kabupaten Berau, belum diketahui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DPMPTSP Berau, Syamsul Abidin. “Kalau itu saya tidak tahu,” katanya, Selasa (30/3).

Sementara isu adanya pihak swasta yang akan mengelola eks Hotel Cantika menjadi rumah sakit, dibenarkannya. Bahkan, pihak swasta tersebut pernah datang ke DPMPTSP Berau. Namun tidak ada lagi kelanjutannya.

“Sampai sekarang ini tidak ada lagi tindak lanjutnya. Tapi saya tidak tahu yang dimaksud bertaraf internasional itu,” jelasnya.

Diterangkannya, ada pemilik salah satu rumah sakit ingin mengambil alih eks Hotel Cantika kepada pihak perbankan yang menyita aset hotel. Namun, juga belum ada kejelasan. “Komunikasinya sejak 5 bulan lalu kalau tidak salah. Sekarang, sudah tidak adalagi kabarnya,” katanya.

Ketika ditanya, saat pihak swasta berkoordinasi dengan DPMPTSP, rumah sakit tipe apa nantinya akan dibangun di eks Hotel Cantika? Syamsul Abidin juga mengaku tidak mengetahui pasti.

“Saya belum tahu itu. Tapi sepertinya akan dibangun rumah sakit jantung,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ada juga beberapa waktu lalu, swasta ingin berinvestasi di Kabupaten Berau, kompensasinya akan membangun rumah sakit namun meminta izin perkebunan.

Hal itu dikatakannya, disampaikan melalui perantara pihak swasta. Namun, sebelum melangkah lebih jauh, dirinya meminta pihak swasta tersebut memberikan pemaparan sesuai aturan yang berlaku.

“Saya sampaikan, silakan datang ke Berau jika ingin berinvestasi. Berikan pemaparan ke kepala daerah, tapi itu juga tidak lanjut sampai sekarang,” katanya.

Pada dasarnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyambut baik adanya investasi masuk di Bumi Batiwakkal. Seperti yang disampaikan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor beberapa hari lalu akan ada pihak swasta ingin membangun rumah sakit taraf internasional.

“Silakan saja. Monggo. Kami menyambut baik itu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seiring dengan rencana Pemkab Berau, ingin membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe B, ternyata ada juga pihak swasta yang ingin membangun RS bertaraf internasional.

Terkait rencana swasta itu, diungkapkan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, saat merespons pertanyaan awak media terkait pembangunan Rumah Sakit Tipe B yang direncanakan oleh Pemkab Berau.

“Kalau tipe B tanya Pemkab Berau. Setahu saya, ada pihak swasta yang juga mau bangun juga taraf internasional. Tinggal koordinasi saja,” katanya.

Isran Noor tidak menjelaskan secara spesifik, pihak swasta dari mana dan rencana lokasi pembangunan RS tersebut. Nmaun, dirinya mendukung jika benar RS bertaraf internasional itu benar-benar dibangun oleh pihak swasta. Hal ini tentu dapat membantu masyarakat di Berau, dengan bertambahnya fasilitas kesehatan.

“Bagus saja itu. Saya mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, Agus Wahyudi menuturkan, belum mengetahui secara pasti mengenai rencana pihak swasta yang ingin membangun RS bertaraf internasional seperti yang diungkapkan gubernur. Tetapi, beberapa waktu lalu, mendapatkan informasi ada grup dari rumah sakit ingin bermitra dengan pengusaha lokal, dan belum ada kesepakatan tindak lanjutnya.

Tak hanya itu, kabar eks Hotel Cantika Swara yang akan dijadikan rumah sakit, belum juga ada kejelasan. Dari informasi yang didapatkan Agus, sudah ada yang meneruskan pembayaran kredit hotel untuk investasi. Tapi, investasi yang dimaksud belum juga jelas peruntukkannya, apakah untuk pengembangan bisnis serupa, atau dijadikan rumah sakit. Seperti diketahui, aset bangunan hotel disita bank di Kabupaten Berau, karena pembayaran kreditnya macet.

“Saya belum tahu pasti pihak swasta yang dimaksud Pak Gubernur ini. Karena, secara resmi belum ada pemberitahuan ke kami. Bisa ditanyakan ke pihak perbankan langsung, atau dinas yang membidangi izinnya,” jelasnya.

Untuk rumah sakit bertaraf internasional, sebenarnya sudah banyak dibangun di sejumlah daerah. Kalaupun akan hadir di Kabupaten Berau, tentu menyesuaikan dengan permintaan konsumen. Begitu juga dengan kelas rumah sakit, kemudian fasilitas yang akan digunakan.

Menurutnya, tidak ada masalah jika kabar yang disampaikan Gubernur Kaltim itu benar dilakukan. Adanya fasilitas itu, tentu memberikan pelayanan kesehatan lebih baik.

“Silakan saja. Tentu pelayanan ke masyarakat juga lebih bagus, dan ada alternatif. Tidak ada masalah,” ujarnya.

Dipastikannya lagi, belum ada penyampaian ataupun usulan secara resmi kepada pihak Bapelitbang, ataupun Pemkab Berau. Bahkan, belum pernah dibahas secara resmi antara pihak pengusaha dan pemerintah daerah.

“Mungkin komunikasinya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Kita lihat saja nanti,” pungkasnya. */ZZA/APP

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply