alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Jadi Syarat Terbang

Tunggu Putusan Kemehub, GeNose C19 Masih Uji Coba

TANJUNG REDEB, DISWAY – GeNose C19 digunakan sebagai syarat pelaku perjalanan transportasi udara mulai April 2021. Rekomendasi itu, dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 12/2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Masa Pandemik COVID-19. Lalu, bagaimana dengan kesiapan penerapan di Berau?

Kasi Teknik Operasi Badan Layanan Umum (BLU) Kalimarau, Budi Sarwanto mengatakan, belum bisa memastikan penerapan alat pendeteksi COVID-19 buatan Universitas Gaja Mada (UGM). Sebab, belum ada tindak lanjut dari Kementerian Perhubungan.

Selain itu, alat GeNose yang belum tersedia di Bandara Kalimarau. “Kami sudah mendengar dan menerima edaran itu. Tapi saya belum bisa komentar. Takut salah,” ujarnya saat dikonfirmasi Disway Berau, Selasa (30/3).

Saat ini, syarat layak terbang bagi pelaku perjalanan dalam negeri masih menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) atau Rapid Tes Antigen yang memiliki tingkat akurasi 98 persen.

“Jadi, kami tetap menggunakan edaran yang lama, yakni minimal Rapid Antigen. Sembari menunggu intruksi Kemenhub terkait tindak lanjut edaran Satgas COVID-19,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi mengaku, sudah membaca edaran penggunakaan GeNose C19 untuk syarat pelaku perjalanan dalam negeri yang menggunakan transportasi udara.

“Hanya bisa digunakan di bandara dan terminal kereta api,” jelasnya.

Sementara, untuk laboratorium kesehatan tidak diperbolehkan menyelenggerakan pemeriksaan seperti layaknya rapid Antigen. Karena screening terbatas, hanya digunakan sekali keberangkatan.

“Beda dengan Antigen, masa berlakunya maksimal 2 hari untuk perjalanan udara dan 3 hari perjalanan darat,” jelasnya.

Kendari penggunaaan GeNose C19 telah direkomendasi sebagai syarat pelaku perjalanan transportasi kereta api dan angkutan udara, Iswahyudi mengaku, masih mempelajari cara kerja dan kemampuan alat pendeteksi COVID-19 di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Berau.

“Di Berau, masih satu unit sebagai uji coba. Kalau sangat efektif, tidak menutup kemungkinan akan kami tambah alatnya,” pungkasnya. */ZUH/JUN

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply