alexa
disway ntt malang

Sedimentasi di Parit Eks Puskib Dikeruk, Jalanan Macet

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Jalan depan eks Puskib Balikpapan tampak macet. Pasalnya, ada satu unit ekskavator menutupi sebagian badan Jalan A Yani, Balikpapan Tengah. Alat berat itu ditugaskan mengeruk sedimen yang menumpuk di sepanjang jalur drainase di kawasan tersebut.

Posisi ekskavator yang menggunakan badan jalan, membuat kemacetan dan menghambat perjalanan para pengguna jalan.  Terutama di jam-jam tertentu. Misalnya saat pagi hari dan sore hari, saat warga mulai pulang kerja. “Kalau bisa, jangan sampai pekerjaan ini membuat jalanan jadi berdebu,” ujar Lina, warga sekitar, saat ditemui, Senin (29/3).

Ia menyebut, pengerjaan drainase itu sudah berlangsung beberapa hari belakangan. Menurutnya, pengerukan itu memang sangat diperlukan. Pasalnya, meski saluran air di tempat itu cukup besar dan lebar sekitar 6 sampai 8 meter.

Namun jumlah air yang melalui saluran tersebut juga bisa sangat besar. Apalagi jika hujan turun dengan intensitas tinggi. Diketahui, saluran itu membawa air melewati drainase Mekarsari, berlanjut melewati bawah jembatan di daerah Pasar Baru dan berakhir di Teluk Balikpapan.

“Ya semoga pengerjaannya cepat selesai karena jalur ini ramai dilalui pengendara. Supaya enggak macet terus,” ucap Lina.

Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Balikpapan Rita membenarkan pengerukan sedimen itu merupakan program PU, yang akan dilakukan di beberapa titik. Termasuk di depan eks Puskib itu. “Rencananya saluran depan Puskib dan saluran depan eks Hotel Tirta,” ujarnya, saat dihubugi, kemarin.

Tidak hanya di kawasan depan eks Puskib, pengerjaan perawatan drainase dan pengerukan sedimen itu akan dilakukan sampai ke arah Karang Jati, di sekitaran jalan Pangeran Antasari atau lebih tepatnya di sekitaran Tugu Adipura.

“Kalau waktu pengerjaannya saya enggak begitu hapal. Tapi sudah sepekan ini kita fokus kerjakan pengerukan di sejumlah titik,” katanya. (ryn/eny)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply