alexa
disway ntt malang

Kupas Tuntas Beasiswa Kaltim Tuntas

Menebar Dana Bantuan Siswa

Pekan lalu Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, membuka pendaftaran Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT). Di tahun ketiga ini, jumlah anggaran yang disiapkan jauh lebih kecil.  Sudah berapa banyak pelajar dan mahasiswa yang menikmati bantuan ini? Ke mana saja mereka berkarier?

nomorsatukaltim.com – Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) pertama kali diluncurkan pada tahun 2019. Di tahun pertamanya, pemerintah menganggarkan lebih dari Rp 168 miliar. Rp 89 miliar di antaranya berasal dari anggaran murni APBD Kaltim.

Saat itu tercatat jumlah pendaftar sebanyak 25.336 orang. Namun dalam proses seleksi hanya terpilih 12.579 penerima, atau hanya 49,7 persen dari pendaftar.

Baca juga: Kamis, Gubernur Kaltim Launching Beasiswa Kaltim Tuntas

Di tahun pertama, calon penerima yang secara aktif untuk mendaftarkan diri, sesuai dengan persyaratan yang ada di kanal www.beasiswa.kaltimprov.go.id.

Di tahun kedua, aturan itu diubah. Badan Pengelola BKT melibatkan pihak sekolah untuk mendistribusikan beasiswa. Sekolah yang aktif menjaring calon penerima beasiswa, dan menyalurkan ke Badan Pengelola.

Seluruh sekolah mengirimkan siswa berprestasi dari peringkat kesatu sampai peringkat ketiga. Data dari seluruh sekolah di Kaltim, selanjutnya diseleksi oleh Badan Pengelola.

Di tahun kedua, tercatat jumlah pendaftar melonjak hampir lima kali lipat. Dari 25 ribu orang, menjadi 142.347 orang. Dari sisi penerima, ada kenaikan hampir tiga kali lipat dari tahun pertama, yakni menjadi  30.424 orang. Namun secara persentase, jumlah penerima beasiswa hanya 21,37 persen.

Grafis: Putri/Nomor Satu Kaltim

Anehnya, meski jumlah penerima beasiswa naik berlipat, jumlah anggaran yang terserap turun dari tahun sebelumnya, menjadi Rp 165 miliar.  Tahun ini, jumlah dana yang disiapkan juga lebih kecil, menjadi sekitar Rp 161 miliar yang berasal dari anggaran murni Rp 88 miliar.

“Ya memang tidak semua mendapatkan itu. Karena keterbatasan biaya. Oleh sebab itu, ada kriteria yang diatur oleh badan pengelola BKT. Artinya harus bisa memahami ada yang tidak mendapat kesempatan,” kata Gubernur Isran Noor.

Yang menjadi perbedaan mendasar dari penerimaan BKT tahun ini. Adalah tidak adanya program BKT untuk belajar di luar negeri. Pemprov Kaltim, menilai biaya beasiswa luar negeri terlalu mahal. Dana itu, lebih baik dioptimalkan pada penerimaan beasiswa bagi pelajar di daerah.

Baca juga; Mendikud Apresiasi Beasiswa Kaltim Tuntas

“BKT tidak berlaku di luar negeri. Karena memang saya inginkan supaya di dalam negeri. Terlalu mahal, kasihan. Biaya satu orang di luar negeri, bisa untuk 20 orang di dalam negeri,” ungkap Isran.

Selain itu, para penerima beasiswa ini, juga tidak diwajibkan mengabdi di Kaltim. Setelah menyelesaikan jenjang studi. Pemprov Kaltim, membebaskan para alumni penerima beasiswa untuk bekerja dimana saja.

“Tidak ada kewajiban. Mau kerja di mana silakan,” kata Isran.

Untuk keberhasilan program ini, gubernur meminta Badan Pengelola BKT lebih intens promosi ke masyarakat.

“Apalagi kita berada di era teknologi dan informasi yang sangat maju. Sehingga dapat dengan mudah untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Bupati Kutai Timur ini mengatakan, pemberian beasiswa murni untuk kepentingan masyarakat dan dilakukan secara terbuka.

“Jadi ini tidak bisa main-main. Tidak bisa main sogok. Atau meminta memo dari gubernur, serta hal-hal lain yang dapat merugikan masyarakat. Jadi ini murni melalui proses seleksi yang dilakukan oleh badan pengelola,” jelasnya.

Pendaftaran BKT 2021 dibuka sejak 25 Maret 2021 dan berakhir pada 12 Mei 2021. Operator Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten/kota diberikan waktu untuk meng-input data sekolah pada 19-24 Maret 2021.

Baca juga: Kabar Gembira, Pendaftaran Beasiswa Kaltim Tuntas 2021 Dibuka

Sedangkan operator masing-masing sekolah diberikan waktu untuk menginput data siswa calon penerima BKT pada 19-24 Maret 2021.

Ketua Badan Pengelola (BP) BKT Iman Hidayat, mengatakan semua proses pendaftaran dilakukan secara online.

“Tata cara dan syarat pendaftaran Beasiswa Kaltim tahun 2021 sudah diinformasikan di laman website  pendaftaran,” terang Iman.

Ia berpesan kepada para calon pelamar agar membaca dengan teliti syarat pendaftaran. Dan pilihan kategori beasiswa. Agar risiko gagal dalam seleksi penerimaan, bisa diminimalisasi.

“Membacanya harus bener. Itu yang membuat peluangnya jadi lebih besar. Salah membaca, tidak paham kategori, itu yang membuat peluang penerimaannya jadi kecil,” pesannya.

Sejak diresmikan pekan lalu, antusiasme pencari beasiswa cukup besar. Terpantau dari jumlah pengunjung laman resmi beasiswa yang mencapai 10 ribu pengunjung per hari.

Diakui Iman Hidayat, jumlah pendaftar terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2019, di tahun pertama program beasiswa ini dimulai. Jumlah pendaftarnya mencapai 25 ribu orang.

Setahun berikutnya, pendaftar melonjak pesat, sebanyak 142 ribu orang. Tahun ini pun, jumlah pendaftar diprediksi akan kembali meningkat. Untuk itu pihaknya mempercepat proses pembukaan pendaftaran beasiswa.

“Kami membuka pendaftaran 6 bulan lebih cepat dibandingkan dengan tahun 2019 lalu. Saat itu pendaftaran dibuka pada September, sekarang pada Maret kita sudah buka,” jelas Iman kepada Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com, Senin (29/3/2021).

Proses seleksi dan pengumuman pun juga ditarget lebih cepat. Minimal sebelum akhir tahun, proses seleksi bisa selesai. Dan langsung dilanjutkan dengan penyaluran dana beasiswa.

Secara umum, kategori beasiswa  BKT masih sama dengan tahun sebelumnya. Di antaranya adalah kategori tuntas mahasiswa, stimulan mahasiswa, dan stimulan siswa. Iman menjelaskan, syarat utama bagi calon penerima beasiswa adalah warga Kaltim. Dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kemudian syarat pendukung lain, sesuai kategori yang dipilih.

“Kalau untuk kategori tuntas akreditasi perguruan tinggi, minimal B dan Indeks Prestasi tidak boleh di bawah 3. Tapi kalau stimulan boleh di bawah itu,” jelasnya.

Grafis: Putri/Nomor Satu Kaltim

Sehingga ia mengimbau, agar calon pendaftar bisa dengan cermat. Memilih kategori beasiswa. Agar risiko gagal dalam seleksi penerimaan, bisa diminimalisasi.

Untuk target penerima, pihaknya tidak bisa menentukan sekarang. Jumlah penerima baru akan diketahui setelah proses seleksi selesai. Karena banyaknya jumlah penerima, tergantung pada jumlah sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) para calon penerima.

“Kita fleksibel. Kalau yang lolos SPP-nya rendah, berarti penerima banyak. SPP-nya tinggi, ya ngabisin jatah itu,” ucap Iman.

Pihaknya juga terus melakukan monitoring dan evaluasi kepada penerima program beasiswa. Terutama untuk kategori tuntas mahasiswa.

Pada tahun 2019 ada sebanyak 3.235 penerima kategori tuntas mahasiswa. Dari jumlah itu, 815 penerima telah menyelesaikan studi pada 2020. Sisanya, 2.420 penerima sedang melaksanakan studi. Dan telah menerima penyaluran beasiswa setiap semester.

Monitoring dan evaluasi kepada penerima beasiswa ini adalah permintaan langsung Gubernur Kaltim. Jika dalam pemantauan perkembangan studi ditemui permasalahan. Seperti penurunan prestasi dan sebagainya. Pihak pengelola akan memanggil penerima beasiswa untuk menjelaskan permasalahannya dan berusaha untuk menemukan solusi.

KATA PENERIMA BKT

Muhammad Syuhada adalah salah satu penerima BKT pada tahun 2019. Ia lolos dalam kategori Tuntas Prestasi Akademik. Saat ini, ia sedang menyelesaikan studi Strata 2, di Magister Manajemen Universitas Mulawarman.

Yuda, sapaan akrabnya, menyebut bantuan dana beasiswa ini sangat bermanfaat. Dalam membantunya menyelesaikan studi. Terutama dalam hal pembiayaan.

BKT menanggung penuh biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sebesar Rp 9,8 juta per semester.

“Dana itu baru bisa dicairkan ketika tahun ajaran semester itu berlangsung,” jelas Yuda, Senin (29/3/2021).

Yuda juga menyebut, dibandingkan dengan program beasiswa lain. BKT dinilai lebih transparan dan lebih besar cakupannya.  Ia berharap, ke depan pemprov Kaltim mau pun badan pengelola BKT. Bisa lebih masif menyosialisasi program beasiswa ini. Terutama kepada para pelajar di daerah terpencil.

“Di daerah, butuh lebih banyak informasi seperti ini. Karena mereka, masih banyak yang belum mengetahui terkait program beasiswa ini,” pungkas Yuda.

Beasiswa Kaltim Tuntas baru memasuki tahun ketiga. Masih banyak penerima bantuan pendidikan yang berstatus pelajar atau mahasiswa. Di masa pemerintahan sebelumnya, bantuan Pendidikan ini dikenal dengan nama Beasiswa Kaltim Cemerlang. (krv/yos)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply