alexa
disway ntt malang

Harga CPO RI-Malaysia Turun 2,46 Persen

Jakarta, nomorsatukaltim.com – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) Malaysia untuk kontrak pengiriman Juni di Bursa Malaysia Derivatif Exchange mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (30/3).

Harga minyak nabati unggulan Indonesia dan Negeri Jiran turun 2,46 persen ke RM 3.655/ton. Harga minyak sawit sempat tembus ke rekor tertingginya pada pertengahan Maret lalu. Namun setelah itu harga CPO terus melemah.

Harga minyak sawit mentah mengikuti pergerakan harga minyak mentah yang juga melemah jelang pertemuan para kartel yang tergabung dalam OPEC+.

“Para pemain berhati-hati jelang rilis laporan stok dan intensi penanaman kembali USDA serta pertemuan OPEC,” kata seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur kepada Reuters.

Departemen Pertanian AS dijadwalkan merilis laporan intensi penanaman tahunan dan laporan stok biji-bijian triwulanan pada 31 Maret.

Di saat yang sama harga kontrak minyak nabati lainnya mengalami penurunan harga. Di Bura Komoditas Dalian, harga kontrak minyak kedelai 0,34 persen. Sementara untuk kontrak minyak sawitnya nyaris tak bergerak.

Harga minyak nabati utama seperti minyak sawit dan minyak kedelai kemungkinan telah mencapai puncak tertingginya dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk 2021, perkiraan (produksi) saya telah dipangkas dari 20 juta ton menjadi 19,6 juta ton di Malaysia dan dari 49 juta menjadi 48 juta untuk Indonesia,” kata Dorab Mistry, direktur perusahaan barang konsumen India Godrej International sebagaimana diwartakan Reuters.

“Pasokan minyak sawit dunia diperkirakan akan meningkat 3 juta ton pada tahun 2021. Setelah mengalami penurunan sebesar 2,5 juta ton tahun lalu,” tambah Mistry. (cnbc/qn)

Sumber: Waduh! Harga CPO Ambrol Lagi, Kok Ngekor Harga Minyak?

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply