alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Masyarakat Sangatta Utara Takut Kalau Hujan Turun, Warga: Banjir Pak

Kutim, nomorsatukaltim.com – Warga Sangatta Utara makin deg-degan saat hujan. Karena banjir bisa saja merendam rumah mereka secara tiba-tiba. Drainase yang menyempit dan dipenuhi sedimentasi semakin mempercepat air meluap. Warga pun mengadukan persoalan ini ke DPRD.

Warga RT 15, Desa Singga Gembara, Sangatta Utara mengeluh sering kebanjiran. DPRD Kutim pun menggelar rapat dengar pendapat dengan warga. Selain itu turut hadir Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim). PT KPC dan perusahaan kontraktor mereka pun turut hadir. Kawasan yang kebanjiran ini adalah Jalan Yos Sudarso IV atau dikenal pula dengan kawasan Road 9.

Ketua RT 15 Desa Singa Gembara, Welem mengatakan, saat musim hujan tiba wilayah mereka kerap kebanjiran. Ia memprediksi karena saluran drainase yang tak lancar. Terutama di kawasan Road 9 terjadi penyempitan drainase dan gorong-gorong.

“Sudah berulang kali ini kami keluhkan. Di tingkat kecamatan juga pernah kami adukan pak. Tapi sepertinya tidak ada solusi yang bagus,” ucapnya.

Sebab banjir masih sering terjadi. Termasuk hujan yang mengguyur Sangatta beberapa hari terakhir. Kawasan Road 9 ini di kedua sisi jalan juga banyak kantor perusahaan kontraktor dari PT KPC. Oleh karena itu diharapkan dapat membantu.

“Bukan mau menyalahkan. Tapi jika air meluap nantinya akan masuk ke pemukiman warga,” bebernya.

Sembari berharap agar perbaikan saluran air di seputaran  road 9 cepat terealisasi.

Ketua Komisi A DPRD Kutim, Piter Palinggi memimpin rapat tersebut. Akhirnya beberapa poin kesepakatan dengan perusahaan bisa diambil. Terutama untuk upaya penanganan banjir dalam jangka pendek dahulu.

“Perusahaan  bersepakat membantu mencari solusi penanganan saluran air di wilayah itu. Nantinya langsung dikoordinir oleh PT KPC,” ucap politisi Gerindra itu.

Kemudian selanjutnya pekerjaan fisik. DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perkim. Terkait masterplan penanganan banjir di kawasan itu hingga ke pemukiman warga. Jika belum ada anggaran tersedia, proses pekerjaannya bisa diambil alih PT KPC.

“Tapi tetap perencanaan dari PU dan Perkim. Biar tetap sinkron,” tuturnya.

 

Selain itu, untuk sedimentasi pada drainase jadi tanggung jawab tiap perusahaan. Paling tidak membersihkan di depan kantor masing-masing. Sehingga tidak lagi terjadi penyumbatan drainase. Aliran air pun dapat lancar. “Tadi perusahaan kontraktor PT KPC siap melaksanakan itu. Semoga dapat dipenuhi,” tandasnya. (bct/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply