alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Dorong Penguatan UMKM Lokal

PT Berau Coal Gelar Pelatihan Pembuatan Amplang

TANJUNG REDEB, DISWAY – PT Berau Coal menggelar pelatihan pembuatan amplang kepada ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Sambaliung, Minggu (28/3). Tujuannya, mendorong penguatan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di perkampungan.

General Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Berau Coal, Horas Parsaulian Pardede menyampaikan, pelatihan itu sebagai upaya mewujudkan dua rencana besar PT Berau Coal. Yakni, menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) siap kerja dan menciptakan lapangan kerja. Mewujudkannya, melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pilar Ekonomi.

“Pelatihan ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah ekonomis atau peningkatan pendapatan rumah tangga. Jika produk sudah diterima masyarakat luas, tidak menutup kemungkinan membuka lapangan kerja baru,” ujarnya kepada Disway Berau, Minggu (28/3).

Meski pelatihan selesai dilaksanakan, PT Berau Coal akan melakukan pendampingan lanjutan. Mulai dari segi kualitas produk hingga pengemasan untuk menarik konsumen dan bersaing dipasaran, serta membantu pemasaran melalui outlet PT Berau Coal.

Secara khusus, Horas meminta peserta pelatihan kedepannya mampu berinovasi untuk menciptakan amplang khas Kampung Rantau Panjang. Tidak terpaku dengan bahan baku ikan tengiri, namun memanfaatkan jenis ikan lainnya sebagai ciri khas sendiri, seperti ikan salap atau patin.

“Yang jelas, PT Berau Coal akan berupaya membantu ibu-ibu Kampung Rantau Panjang berinovasi menciptakan produk ciri khas kampung,” terangnya.

Terpisah, Kepala Kampung Rantau Panjang, Rahmawati Supryady mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan PT Berau Coal kepada warganya. Utamanya, kepada ibu-ibu rumah tangga yang selama ini fokus pada pekerjaan rumah. Kini, dapat memaksimalkan waktu untuk menciptakan produk sendiri sebagai upaya membantu ekonomi keluarga.

Apalagi, di tengah pandemik COVID-19, masyarakat dituntut kreatif dan inovatif untuk tetap bertahan.

“Kami ucapkan terima kasih atas pendampingan ini. Semoga, pelatihan tidak putus dan membantu dalam hal pemasaran produknya,”pintanya.

Sementara, Ketua Tim Penggerak PKK Kampung Rantau Panjang, Nurwahidah menyampaikan hal serupa. Kata dia, dengan pelatihan ini, ibu-ibu nantinya tidak hanya berpangku tangan dari penghasilan suami. Akan tetapi, bisa menghasilkan ekonomis dari pengolahan kerupuk amplang. Apalagi, bahan-bahan yang digunakan cukup sederhana dan mudah ditemui di pasaran.

“Harapannya sudah pasti, ingin berkelanjutan. Kalau bisa, bukan hanya memberikan pelatihan dan pemasaran, tapi ada bantuan permodalan usaha,”pungkasnya. (*/zuh/jun)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply