alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Penelitian Eco Enzyme di TPA Manggar, Alternatif Alami Netralkan Limbah Cair

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Relawan Eco Enzyme Indonesia melanjutkan penelitiannya terhadap limbah cair air lindi, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan Timur, Sabtu (27/3/2021).

Penelitian itu bertujuan menetralkan air limbah dengan menggunakan Eco Enzyme.

“Nah, kita dari dua minggu yang lalu sudah mengambil sampel air lindi yang masih segar di mana itu kandungan metana masih tinggi, kemudian bakteri patogen juga masih tinggi, nihil kandungan oksigen,” ujar Ketua Relawan Eco Enzyme Indonesia Balikpapan Danial Kaban, saat ditemui, kemarin.

Sampel air lindi yang sudah difermentasi dengan eco enzyme selama 15 hari, diaplikasikan kepada tumbuhan rumput liar yang berada di sekitar zona limbah cair di Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Tempat Pembuangan Akhir (UPTD) TPA Manggar.

“Ke tanaman hidup dulu, nanti kita lihat proses yang terjadi dalam 15 hari kemudian setelah kita semprotkan dengan air lindi yang sudah diproses menjadi pupuk cair,” terangnya.

Ia optimistis hasil penelitiannya menunjukkan reaksi positif. Menurutnya, air lindi yang ada di TPA, bisa dilakukan suatu langkah yang bermanfaat merubah air lindi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang berguna untuk diaplikasikan pada sektor pertanian. Langkah selanjutnya, Ia berencana menguji coba Eco Enzyme ke dalam bak penampungan air lindi yang ada di TPA.

“Kita akan lakukan penebaran Eco Enzyme, dengan harapan setelah beberapa hari proses airnya bisa dinetralisir. Kemudian kita coba menebarkan ikan di sana,” urainya.

Eco Enzyme adalah hasil fermentasi dari bahan organik, yakni molases atau yang lebih dikenal gula merah dicampur dengan air, kemudian dilakukan fermentasi dengan cara anaerob atau hampa udara selama 90 hari.

“Kalau kita menyebutnya ini cairan sejuta manfaat. Karena bisa diaplikasikan untuk tanaman, hewan bahkan manusia. Khususnya untuk lingkungan,” katanya.

Ia menyebut Eco Enzyme awalnya ditemukan oleh seorang doktor di Thailand dan disebarkan ke seluruh dunia. Produk yang dihasilkan dari Eco Enzyme beragam. Mulai dari POC sampai minuman kesehatan.

Kepala UPTD TPA Manggar Tonny Hartono mebyebut hubungan dengan pihak Eco Enzyme Indonesia baru berlangsung sejak awal Maret 2021. Tapi komunikasi secara daring sudah sejak awal tahun.

Dari hasil pengamatannya, kontak air lindi dengan Eco Enzyme selama 20 hari menunjukkan adanya perubahan. Warna limbah cair yang awalnya hitam pekat menjadi kuning. Hal itu mengindikasikan adanya progres positif.

“Jadi lebih bagus. Bakteri memang bisa dinetralkan tergantung dosis yang bisa kita aplikasikan ke air lindi kita,” katanya.

Kalau dosisnya terlalu sedikit, nanti bisa membunuh bakteri yang diperlukan sebagai POC, tapi kalau terlalu banyak dikhawatirkan tidak ada makanan yang bisa dimanfaatkan bakteri baik.

“Bakterinya akan makan memakan dan saling membunuh. Ini kita lagi memperhitungkan formula yang tepat,” ungkapnya.

Selama ini air lindi di TPA Manggar diproses dan dibuang ke lingkungan sebagai pupuk. Namun penelitian Eco Enzyme diharapkan mampu menetralisir air limbah lebih baik dan menjadi alternatif bahan alami untuk mengurai bakteri jahat, selain penggunaan bahan kimia, untuk menghasilkan air lindi yang berkualitas sebagai POC.

“Jadi air lindi ini diharapkan juga tidak menjadi pencemaran lingkungan,” katanya.

Ia menyebut selama ini TPA Manggar juga menghasilkan gas metana dari hasil penguraian sampah organik. Gas alam itu sudah digunakan warga sekitar sebagai alternatif lain penggunaan Elpiji.

Nah, menurutnya Eco Enzyme dianggap lebih berguna untuk proses Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ketimbang diaplikasikan ke landfil sampah organik.

“Kalau kita aplikasikan di awal, masih ada gasnya di sini. Kita lihat aplikasi yang paling tepat apakah di akhir atau di tengah proses IPAL kita ini,” katanya.

Produksi air lindi di TPA Manggar mencapai 1,5 liter per detik. Produksi itu dinilai cukup besar dan membutuhkan alternatif alami, untuk mengurai bakteri dan ramah lingkungan.

“Artinya kalau mau diproduksi untuk bisnis nilainya luar biasa,” ungkapnya. (ryn/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply