alexa
disway ntt malang

DPKP PPU Ajukan 14 Set Alat Penunjang Kerja

PPU, nomorsatukaltim.com – Tak banyak diketahui. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU tak melulu berurusan dengan api. Namun juga penyelematan dari gangguan satwa liar.

Seperti ular, tawon, anjing liar, bahkan buaya. Itu yang paling sering dilaporkan warga Benuo Taka. “Secara nomenklatur memang memiliki tugas penanggulangan kebakaran. Tapi juga bertugas melakukan penyelamatan kepada masyarakat. Meskipun masih banyak masyarakat yang mengira DPKP hanya bertugas saat terjadi kebakaran saja,” jelas Kepala DPKP PPU, Pahlawan Syahrani baru-baru ini.

Laporan kasus-kasus seperti ini merata di semua kecamatan. Gangguan satwa liar ini biasanya yang masuk ke permukiman warga. Ia menduga penyebabnya karena pergeseran habitat atau tempat kembang biaknya. Ditambah, kondisi hutan atau perkebunan rusak.

“Bahkan kami pernah temui ada ular yang bersarang di dalam kamar. Ada yang sampai bertelur itu. Ular biasanya kami tangkap terus diserahkan ke komunitas pecinta satwa. Kecuali berbahaya, ya dibunuh,” jelasnya.

Meski selama ini personelnya menggunakan peralatan seadanya. Tapi tetap berupaya semaksimal mungkin. Menggunakan alat-alat sederhana. Malahan, ada alat yang dimodifikasi mandiri.

“Kalau untuk penanganan ular berbisa kami masih pakai alat modifikasi yang dibuat oleh masing-masing posko, inisiatif tim yang di lapangan. Yang penting masyarakat itu bisa selamat lah,” ungkap Pahlawan.

Untuk menunjang itu, DPKP PPU tahun ini mengadakan 14 set peralatan penunjang. Guna memaksimalkan kerja tim di lapangan. DPKP sendiri memiliki tujuh posko siaga masing-masing di Penajam, Petung, Sotek, Sepaku, Maridan, Waru dan Babulu.

“Jadi tiap posko dapat dua set, minimal itu dulu yang akan kami sediakan. Itu sudah termasuk alat tangkap ular, alat eksekusi tawon dan APD baju tahan api atau tahan panas itu,” tutupnya. (rsy/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply