alexa
disway ntt malang

Tingkatkan Produksi Pertanian dan Daya Saing Petani

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Peningkatan produksi pertanian terus dipacu pemerintah. Tak hanya produksi, tetapi juga meningkatkan daya saing klaster pertanian binaan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan melatih petani di Penajam Paser Utara, Paser dan Balikpapan. Acara berlangsung di Kantor Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Babulu Darat, Kabupaten PPU dan di Balikpapan.

Deputi Kepala Perwakilan BI Balikpapan Thomy Andreas mengatakan, bahwa pelatihan yang dilakukan merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia secara aktif membantu petani.

“Melalui peningkatan kualitas sistem budi daya sehingga produksi lebih optimal. Hal ini juga merupakan salah satu upaya pengendalian inflasi dari sisi ketersediaan pasokan sekaligus akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif di daerah,” tutur Darmadi Sudibyo, Kamis, (26/3/2021).

Ia menuturkan, penguatan kelembagaan petani sangat penting dalam bentuk korporatisasi di sektor pertanian. Hal ini untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani, terjaganya stabilitas harga jual dan kesinambungan produksi guna menjaga ketersediaan pasokan.

“Beberapa kunci yang diperlukan dalam korporatisasi. Yaitu, perlu pembimbingan pola pikir petani untuk dapat bersinergi dalam akses permodalan dan perancangan kegiatan onfarm sesuai dengan kebutuhan pasar/bisnis,” sebutnya.

Selain itu, perlunya segera membentuk Koperasi Gapoktan/Poktan sebagai legalitas dan pelaksana korporatisasi pertanian. Dan dukungan dari seluruh stakeholder.

Menurutnya, pelatihan dilatarbelakangi pentingnya peningkatan kompetensi petani. Khususnya dalam pertanian organik serta penguatan kelembagaan petani.

“Implementasi pertanian organik yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing petani,” ujarnya.

Pengembangan klaster pertanian yang dibina Bank Indonesia Balikpapan bekerjasama dengan Pemkab Paser, Pemkab Penajam Paser Utara dan Pemkot Balikpapan. Dengan kegiatan antara lain pengembangan kompetensi petani, penguatan kelembagaan dan kegiatan pendampingan dalam rangka peningkatan produksi.

Di mana kini terdapat lima klaster yang dibina. Klaster padi Desa Sebakung Makmur Kabupaten Paser, klaster padi di PPU, klaster bawang merah di Teritip Balikpapan.

Adapun rangkaian pelatihan pertanian organik yang dilaksanakan selama sepekan dengan materi teknologi Microbacter Alfafa-11 (MA-11) serta sosialisasi korporatisasi dan akses permodalan. (fey/eny)

 

 

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply