alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Sudah 5.525 Orang

Yang Dapat Vaksin COVID-19

TANJUNG REDEB, DISWAY – Vaksin tahap kedua, atau vaksin untuk pelayan publik masih berlangsung di Kabupaten Berau. Kedepan, akan dilakukan vaksin tahapan ketiga dan keempat untuk masyarakat rentan risiko dan pelaku ekonomi. Meski demikian, totalnya belum mencapai 50 persen dari penduduk Berau.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, total yang sudah divaksin mencapai 5.525 orang. Jumlah itu berasal dari tahap pertama dan kedua. Tahap pertama dikhususkan untuk tenaga kesehatan (Nakes) sebanyak 2.100 orang, sedangkan tahap kedua khusus untuk pelayanan publik sebanyak 2.624 orang, dan lanjut usia (lansia) sebanyak 811 orang. Pelayanan publik yang sudah mendapatkannya yakni, TNI, Polri, Satpol PP, Pedagang Pasar, ASN, Wartawan, hingga PGRI.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono mengakui, data tersebut akan terus bergerak. Meskipun pihaknya belum dapat membeberkan perhitungan sasaran untuk per masing-masingnya. Seperti untuk Nakes misalnya, ada kemungkinan besar untuk bertambah lagi, karena sebelumnya, masih ada nakes yang menjadi penyintas, dan memerlukan waktu 3 bulan untuk bisa divaksin.

“Sesuai dengan perhitungan pusat, untuk Kabupaten Berau sendiri, sementara pemberian dosis sebanyak 137.464 saja. Kedatangan vaksin juga berangsur, tidak sekaligus. Jadi kalau ditanya stoknya berapa? tidak ada stok. Ketika datang, secepat mungkin akan di distribusikan,” jelasnya kepada Disway Berau, Selasa (23/3).

Meskipun sedang menyelesaikan vaksin tahapan kedua, dalam waktu dekat sebanyak 151 calon jemaah haji akan menjadi prioritas untuk mendapatkan vaksin. Masuk perhitungan, lantaran penyelenggaraan haji akan diusahakan berlangsung di tahun 2021 ini. Padahal, calon jemaah haji belum masuk di dalam tahapan pelayanan publik maupun lansia. Karena itu, waktu pelaksanaan vaksin bisa berubah-ubah sesuai prioritas.

Lanjutnya, untuk vaksin tahap ketiga, diwacanakan untuk mereka yang rentan risiko. Garna belum bisa menjelaskan secara rinci siapa saja yang termasuk dalam kategori rentan risiko. Apalagi belum ada petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Begitu juga untuk tahap keempat yang diakuinya menjadi tahapan yang terakhir bagi pelaku ekonomi.

Kemungkinan besar untuk pelaku ekonomi tidak terlalu besar, melihat dalam sasaran vaksin tahap kedua terdapat masyarakat pelaku ekonomi yang terlaksana di pasar beberapa waktu lalu. Lantaran, dosis yang digunakan tidak terlalu banyak.

Pihaknya belum bisa menargetkan kapan vaksin akan selesai, sebab pelaksanaan menunggu kedatangan dosis vaksin. Contohnya beberapa waktu kemarin, vaksin yang datang sebanyak 250 dosis, kemudian untuk vaksin kedua kalinya, hanya tersedia 230, maka memerlukan waktu lebih untuk segera rampung untuk menunggu sisanya.

“Saat ini kan 50 persen saja belum selesai. Tidak bisa kita estimasi dengan gamblang akan selesai kapan,” tegasnya.

Vaksinasi masih diprioritaskan di wilayah 4 Kecamatan terdekat, yakni, Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur dan Teluk Bayur. Meskipun jumlah paling banyak untuk Tanjung Redeb. Daerah tersebut tergolong memiliki tingkat kasus yang tinggi.

Namun Garna menegaskan, tidak menutup kemungkinan di pedalaman akan dilaksanakan vaksin dengan bekerja sama puskesmas terdekat. Kendati untuk jemput bola bukan lah hal yang mudah.

“Vaksin masih berlanjut sesuai dengan program pemerintah, nanti jika jatahnya kurang akan komunikasi lagi dengan provinsi,” tandasnya.

Jemaah haji, akan melakukan vaksinasi pada 27 Maret untuk persiapan berangkat haji pada Juni mendatang.

Dari 221.000 orang calon jemaah haji seluruh Indonesia, 149 kuota disiapkan untuk jemaah Berau.

Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Berau Jailani, mengatakan, persiapan haji ditargetkan selesai semuanya pada Maret ini, mulai dari adminitrasi, paspor hingga pemberian vaksin COVID-19.

“Diperkirakan jadwal keberangkatan calon jemaah haji 2021 akan dilaksanakan pada 15 Juni untuk kloter pertama,” ujarnya kepada Disway Berau, Rabu (24/3).

Setiap kloternya yang diberangkatkan sebanyak 450 orang. Namun Pemerintah Arab Saudi belum memberikan informasi terkait berapa kuota yang akan diberkian untuk Indonesia.

“Biasanya segitu, tapi untuk tahun ini belum ada kepastian apakah sama seperti sebelumnya atau ada pengurangan,” tuturnya.

Tambahnya, vaksinasi untuk calon jemaah haji di Bumi Batiwakkal, akan dijadwalkan pada 27 Maret mendatang.

“Serentak akan dilaksanakan di Balai Mufakat pada Sabtu nanti,” ucapnya.

Calon jemaah yang akan berangkat pada tahun ini, adalah mereka yang tertunda keberangkatannya pada tahun 2021.

“149 calon jemaah beserta pendamping 2 orang, jadi ada 151 orang yang akan diberangkatkan,” bebernya.

Kebijakan vaksin untuk seluruh jemaah haji di Tanah Air telah diberlakukan, sehingga semuanya calon jemaah haji tahun 2021 akan menerima vaksin. Untuk di Berau, jatah vaksin yang disediakan sesuai dengan jumlah jemaah yang akan berangkat, yaitu 149 orang, ditambah 2 pendamping

“Kecuali yang tidak mau vaksin, maka tidak bisa ikut haji tahun ini,” paparnya.

Meski belum resmi dari pemerintah Arab Saudi, terkait diwajibkan vaksin untuk jemaah haji. Pemerintah RI akan tetap melaksanakan vaksinasi untuk para jemaah, sebagai antisipasi.RAP/*DEW/APP

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply