alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Pendiri Demokrat Ini Ungkit Dugaan Keterlibatan Ibas dalam Kasus Korupsi Hambalang

Bogor, nomorsatukaltim.com – Salah satu pendiri Partai Demokrat Max Sopacua menyindir keberadaan Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Hingga hari ini ia belum juga terjerat proses hukum kasus korupsi Hambalang.

Menurut Max, media tidak menyebutkan poin permulaan korupsi megaproyek Hambalang yang disampaikan Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, yang kini jadi terpidana kasus korupsi Hambalang.

“Bagiannya tidak terlepas kalau Pak Anas menyampaikan Pak Anas dapat berapa, Ibas dapat berapa, dan lain-lain dapat berapa,” kata Max dalam konferensi pers yang digelar di salah satu bukit Hambalang, Citereup, Bogor, Kamis (25/3).

Menurut dia, orang-orang yang terlibat kasus itu telah menjalani proses hukum. Di antaranya Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazarrudin, hingga Anas. “Itulah kawan-kawan kami di Partai Demokrat,” ujar Max.

Sementara Ibas, kata Max, “belum diraba”. Padahal, kata dia, banyak saksi kasus korupsi Hambalang yang menyebutkan namanya.

“Ibas sudah disebutkan saksi berapa banyak? Yulianis menyebutkan juga. Yang masuk penjara kan kita tahu siapa saja,” protes Max.

Hal itu, menurut dia, menjadi salah satu alasan pihaknya menggelar konferensi pers di Desa Hambalang, tempat megaproyek yang ia sebut menjadi awal mula kehancuran Demokrat.

“Makanya kita kembali ke Hambalang. Supaya Anda tahu Hambalang ini adalah starting point kami lagi. Bukan untuk korupsi. Tapi untuk maju ke depan membela negara,” dalihnya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra dan Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan telah diusahakan untuk dimintai keterangan terkait pernyataan Max ini. Namun, keduanya belum merespons hingga berita ini diturunkan.

Diketahui, Partai Demokrat yang diketuai oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggelar taklimat media di Kompleks Hambalang Sport Center, Bogor, Jawa Barat.

Sebelumnya, kawasan Kompleks Hambalang merupakan proyek infrastruktur mangkrak di era Presiden SBY, yang merupakan mantan ketua umum Partai Demokrat dan kini menjabat ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Hal itu terjadi akibat kasus korupsi yang dilakukan sejumlah kadernya, termasuk Anas.

Merespons publikasi dari Hambalang itu, Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat kubu AHY, Kamhar Lakumani, menilai agenda itu sekadar cari sensasi. “Pilihan Hambalang pastinya untuk mencari sensasi,” kata dia. (cnn/qn)

Sumber: Max Sopacua Sentil Kasus Hambalang: Ibas Belum Diraba

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply