alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Pemkot Samarinda Susun Program Unggulan, Dewan Pertanyakan Kekuatan Anggaran

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Hasrat Pemkot Samarinda mewujudkan program unggulan dikomentari Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Subandi. Ia mengingatkan, agar pemkot bekerja lebih keras mencari sumber pendanaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Jika ingin mewujudkan semua program-program unggulan yang disampaikan.

Terutama setelah melihat prediksi kapasitas riil keuangan daerah ke depan. Yang diperkirakan bakal menurun. Tahun ini, APBD Samarinda berada di angka Rp 2,5 triliun lebih. Turun sekitar Rp 500 miliar dari angaran tahun sebelumnya.

Hal itulah yang menjadi pertanyaan besar. Bagaimana mewujudkan 10 program unggulan dalam visi-misi wali kota dan wakil wali kota Samarinda yang baru. Yang diejawantahkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022. Dan menjadi pembahasan dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) lusa lalu.

“Memang seorang kepala daerah itu dituntut bukan hanya pintar membelanjakan anggaran. Tapi juga harus pintar mencari sumber-sumber dana,” ujar Subandi bercerita, kala ditemui Disway Kaltim di ruang kerjanya, Rabu (24/3) kemarin.

Menurutnya, 10 program tersebut merupakan konsep yang bagus. Tapi, ia berpendapat hal yang selama ini menjadi persoalan di Samarinda adalah penanganan banjir. “Sehingga itu seharusnya mendapat porsi lebih,” pesannya.

Subandi lantas mempertanyakan, bahwa pengentasan banjir yang sudah menjadi masalah klasik saja belum berjalan maksimal. Lalu muncul program Rp 100 juta sampai Rp 300 juta per RT per tahun. “Kira-kira seperti apa anggarannya,” ia bertanya.

Sehingga menurutnya lagi, meskipun berkejaran dengan waktu, pemkot mau tidak mau harus berupaya keras meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sumber-sumber PAD yang ada harus ditingkatkan. Sembari melakukan itu, pemkot juga mesti aktif mencari sumber-sumber pendanaan lain.

PAD yang selama ini berkisar Rp 500 miliar, dinilai Subandi masih amat kecil. Maka harus ada terobosan untuk meningkatkan nilai tersebut.

“Program e-parking katanya akan di-launching dalam masa 100 hari kerja itu sepertinya bagus. Begitu salah satu terobosan yang baik,” tuturnya.

Ia berharap, setidaknya, PAD bisa dinaikkan di angka Rp 700 miliar. Bahkan sampai Rp 1 triliun jika memungkinkan.

Sebenarnya, kata Subandi, dewan selalu mendorong pemkot untuk meningkatkan PAD. Dengan cara menaikkan target pencapaian. Agar ada upaya maksimal untuk memperoleh angka yang lebih besar.

Tidak perlu khawatir tidak bisa tercapai atau tidak terlampaui. “Karena kan sudah ada studi dan risetnya. Terkait bidang-bidang yang bisa dioptimalkan.”

“Jadi itu sebuah cita-cita yang bagus, karena itu, DPRD mendorong dan mendukung. Sebab itu sejalan dengan pemikiran teman-teman di DPRD sejak 10 tahun yang lalu,” tandas Subandi. (das/eny)

 

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply