Meski Penghujan, Hotspot di PPU Masih Terpantau oleh Satelit

PPU, nomorsatukaltim.com – Musim penghujan masih berlangsung. Tapi hotspot tetap terpantau oleh satelit. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU pun mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutlah).

Kepala Pelaksana BPBD PPU Marjani menyebutkan potensi itu ada. Seiring hasil deteksi satelit yang masih saja menemukan adanya titik api. “Berdasarkan pantauan BMKG Balikpapan dan Lapan Fire hotspot beberapa waktu lalu, ada satu titik api terpantau. Kemudian tim melakukan penelusuran lokasi. Ternyata benar ditemukan bekas lahan terbakar,” ujarnya.

Itu terjadi pekan lalu. Merupakan titik api pertama yang muncul di tahun ini. Tepatnya, satu titik api tersebut berada pada titik kordinat 116.8804 Bujur dan -0.9232 Lintang dengan hasil konversi 0°55’23.5″S dan 116°52’49.4″E pantauan Satelit SNPP/VIRS dengan tingkat kepercayaan medium.

Titik api (hotspot) ini terpantau di Desa Argo Mulyo, Kecamatan Sepaku. Sehingga pihak terkait langsung melakukan penelusuran sesuai dengan lokasi dimaksud. Saat petugas sampai, titik api tersebut tinggal menyisakan bekas lahan yang terbakar.

Hasil penulusuran lokasi diketahuinya bahwa lahan kebun yang bekas terbakar ini seluas 20×25 meter. Lokasinya cukup jauh dari permukiman. Tim kemudian meninggalkan lokasi setelah memastikan lahan tersebut tidak ada lagi bahaya api. “Atas dasar ini, maka kami mengimbau masyarakat tidak lagi membakar lahan. Saya harap warga menyadari bahaya membakar semak, rumput, lahan, dan lainnya karena suhu atau cuaca dalam kondisi panas sehingga api akan mudah meluas,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan kalau hotspot merupakan pantauan titik panas melalui pencitraan satelit SNPP/VIRS. Sehingga untuk memperjelas lokasi yang dipantau citra satelit, maka perlu dilakukan penelusuran berdasarkan titik koordinatnya.

unmul

Adapun tim yang melakukan penelusuran hotspot sesuai titik koordinat adalah beberapa petugas dari BPBD PPU, kepolisian di Kecamatan-kecamatan Sepaku, dan Koramil setempat. Lebih lanjut, saat ini prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG masih berada dalam musim hujan. Namun begitu, ada saja hari-hari saat hujan sama sekali tidak turun. Malahan, cuaca terik juga masih sering muncul.

“Estimasi peralihan musimnya di bulan Mei-Juni. Jadi waktu tidak turun hujan, suhu cukup tinggi. Cuaca panas cukup ekstrem, ini potensi kebakaran cukup tinggi,” pungkasnya. (rsy/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: