alexa
disway ntt malang

Distribusi Data Positif COVID-19 Harian Melambat, Berdampak ke Kinerja Satgas RT

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Sudah dua hari belakangan, tepatnya sejak Senin (22/3), data penambahan kasus positif COVID-19 harian, dibeberkan lebih lambat dari jadwal biasanya.

Rupanya ada perubahan alur data. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerjakan program pilot project sistem verifikasi otomatis di dua daerah, yakni Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.

Data dari aplikasi New All Record (NAR) selama ini menjadi acuan Satgas Penanganan COVID-19 Balikpapan. Namun saat ini, aplikasi tersebut tidak bisa diakses sembarangan oleh pemerintah di daerah.

“Ini bukan gangguan tapi memang ada perubahan sistem,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan Andi Sri Juliarty, Selasa (23/3).

Dampaknya pelaporan data terbaru jadi terhambat. Pasalnya semua data yang baru dikumpulkan dari hasil skrining di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kota Minyak, langsung terkirim ke pusat. “Sebelumnya kita bisa lihat nih, hasil dari lab Juanson, lab Tirta, dari rumah sakit semua. Kemudian kami memverifikasi, menelepon,” urainya.

Sehingga proses tracing dari kontak erat bisa langsung berjalan. Namun kini, proses verifikasi terpusat. Data yang sudah diverifikasi dikembalikan ke daerah masing-masing. Dan itu memerlukan waktu.

“Mohon maaf sudah dua hari ini kita menjalani perubahan sistem verifikasi otomatis. Pusdatin menarik data langsung dari semua lab jam 12.00 WIB,” ucapnya.

Karena keterlambatan data, kini satgas libur rilis selama dua hari. Padahal biasanya rilis satgas COVID-19 dijadwalkan setiap pukul 14.00 Wita sampai 16.00 Wita.  “Karena data memang belum ada. Data kami siap sampaikan setelah pukul 17.00,” ucapnya.

Perubahan alur data itu dikhawatirkan berpotensi menganggu distribusi data ke satgas tingkat RT. Padahal yang menjadi keunggulan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dan kota, adalah kecepatan dan kesiagaan satgas tingkat RT. Dalam menemukan orang terkonfirmasi positif di wilayahnya. Serta bertindak cepat melakukan penanganan.

“Kita tunggu evaluasi pelaksanaan verifikasi otomatis ini yang dilakukan setiap tiga hari sekali, sejak diberlakukan,” imbuhnya. (ryn/eny)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply