Perdana di Kaltim, Duta Budaya PPU Digelar Juni Mendatang

PPU, nomorsatukaltim.com – Perdana. Ajang pencarian Duta Budaya akan tergelar di Penajam Paser Utara (PPU) tahun ini. Besutan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU bertajuk “Bujang Song Bawe Benuo Taka”.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Produk Pariwisata Christian Nur Selamat menuturkan yang terpilih nanti akan menjadi ambassador kebudayaan. Yang bertugas pengenalan kebudayaan dalam arti luas.

“Fokusnya pada pelestarian kebudayaan, pemahaman lebih mendalam terhadap 10 pokok pemajuan kebudayaan dan warisan budaya tak benda,” jelasnya, Senin, (22/3/2021).

Pemilihan Duta Budaya ini, sambungnya, merupakan inisiatif Kepala Dinas Andi Israwati Latief. Tentunya untuk lebih memberikan ruang kepada para pemuda-pemudi di daerah. Terlebih yang memiliki potensi dan bakat. Jelas dalam upaya membangun kebudayaan dan kearifan lokal yang dimiliki.

“Agar mereka nanti bisa melahirkan akai nyata. Yang mampu menghasilkan karya kreasi tari sambutan, dengan ragam koreo dan musik kreasi. Baik kategori pedalaman maupun pesisir,” sebutnya.

Direncanakan ajang itu digelar pada Juni mendatang. Beberapa persiapan sedang dirumuskan. Termasuk soal anggaran dan mekanisme penjaringan. Karena dalam situasi pandemi COVID-19, tentu semua kegiatan ada batasannya.

Kita berharap ada kemajuan tentang protokoler pandemi. Semoga segera berakhir. Kegiatan seperti ini akan lebih mengena, kalai sifatnya tatap muka. Karena pada saat karantina itu, sifat pembinaan, pengajaran dan pembekalannya intensif dan butuh waktu untuk mencipta kreasi bersama,” urai Cristian.

Terburuk, jika situasi pandemi tidak mengalami kemajuan, bahkan kembali memburuk. Kegiatan tetap digelar, tapi secara virtual. Lebih lanjut, ajang ini tak hanya perdana di PPU. Namun juga di Kalimantan Timur. Sementara di Jawa dan Sumatera, Duta Budaya sudah menjadi agenda rutin.

Dipandang, tahun ini merupakan waktu yang tepat. Untuk mengusung pelaksanaan gelaran. Meski ada 10 pemajuan dalam kebudayaan, ajang perdana ini memprioritaskan 3 hal dulu. Yaitu seni tari, seni musik, dan seni vokal yang bersifat tradisional.

“Calon peserta adalah muda-mudi warga PPU usia 16 hingga 25 tahun kemudian masih single dan memiliki kemampuan dalam 3 bidang seni tradisional itu,” tutupnya. (rsy)

Leave A Reply