Mahulu Terapkan PPKM Mikro hingga 28 Maret

MAHULU, nomorsatukaltim.com – PPKM mikro akan segera diberlakukan di Mahulu. Imbas Coronavirus Disease (COVID)-19 yang masih terus menghantui kabupaten itu. Padahal sebelumnya, kabupaten ini mampu mempertahankan predikat zero COVID-19 hingga hampir setahun, sejak pandemi melanda Kalimantan Timur (Kaltim).

Karena itu, mulai 15-28 Maret 2021, kabupaten termuda di Kaltim ini menerapkan penutupan total. Pelaku perjalanan keluar masuk diawasi secara ketat.

Menurut Ketua Tim Gerak Cepat (TGC) pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 yang juga Kepala Dinas Kesehatan P2KB Mahulu, drg Agustinus Teguh Santoso,

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dilakukan karena untuk menuju Mahulu Zona Hijau dari COVID-19.

“Sejak awal 2021 memang sudah mulai  PPKM. Kemudian sejak 15-28 Maret 2021 ditambah menjadi PPKM berbasis mikro. Hal itu sesuai dengan Instruksi Gubernur Kaltim Nomor 2 Tahun 2021. Bahwa  PPKM Mikro berlaku untuk kabupaten/kota se-Kaltim,” jelas Teguh Santoso kepada Harian Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com di Ujoh Bilang, Rabu (17/3/2021).

Saat ini, Mahulu berada di zona kuning. Karena itu dengan penerapan ketat PPKM Mikro, Pemkab Mahulu optimistis daerah itu mampu kembali ke zona hijau dengan zero COVID-19.

“Saat ini di Mahulu hanya ada 9 kasus pasien positif terpapar COVID-19 yang masih dirawat,” tuturnya.

Kata dia, memang dalam 3 hari terakhir banyak masuk kasus dari luar. Yakni orang Mahulu yang keluar, ketika masuk kembali, hasil data tes antigennya ternyata ada yang positif terpapar COVID-19. Sehingga datanya masuk ke Mahakam Ulu.

“Jadi data 3 hari terakhir, ada 6 orang positif COVID-19 (pasien impor), ketemunya di luar Mahulu, tetapi datanya masuk ke Mahulu,” tegas Teguh Santoso.

Dia menambahkan, 6 orang tersebut ada yang dinas luar daerah. Saat akan pulang, setelah diperiksa ternyata positif. Mereka dirawat di luar Mahulu, tetapi karena KTP Mahulu, maka datanya masuk ke Mahulu.

Total pasien COVID-19 Mahulu sejak awal hingga saat ini berjumlah 336 orang. Yang masih aktif dirawat sampai sekarang 9 pasien. Kemudian yang meninggal sebanyak 6 orang.

“Dari jumlah tersebut, pasien yang sudah sembuh sebanyak 321 orang,” urainya.

TGC COVID-19 dan Diskes P2KB Mahulu mengimbau, agar pelaku perjalanan yang keluar masuk Mahulu, baik berdinas atau apa saja agar berhati-hati. Karena 3 hari terakhir terlihat bukti bahwa para pelaku perjalanan tersebut tidak aman dari virus mematikan itu.

“Sekarang harus berhati-hati, karena ada tren baru COVID-19 berkembang menjadi virus B117 yang berasal dari Inggris dan sudah masuk di Kaltim. Parahnya, lebih cepat dibandingkan dengan COVID-19,” katanya.

Agustinus Teguh Santoso menegaskan, saat ini Mahulu masa tutup ketat. Diharapkan masyarakat tidak bepergian dan mengurangi mobilisasi, jika tak ada yang sangat penting. Jika ada kedinasan yang masih bisa diganti secara daring atau teleconference, itu lebih baik.

“Lebih baik seperti itu, aman. Sesuai Instruksi Bupati Mahulu Nomor 2/2021. Untuk mengantisipasi penularan COVID-19, maka wajib diberlakukan PPKM,” pesannya.

Agustinus juga mengimbau agar menguatkan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 pada 5 kecamatan se-Mahulu. (imy/dah)

Leave A Reply