alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Di Balik Reshuffle KONI Samarinda

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Suasana KONI Samarinda sedang menghangat. Sebabnya para petinggi membuat gebrakan besar. Untuk mengawali program kerja tahun ini. Mereka melakukan reshuffle. Setelah menimbang banyak hal. Sebenarnya, apa guna perampingan itu?

Sejak akhir tahun lalu, desas-desus perampingan ini sudah mulai terdengar. Hal ini karena para petinggi KONI Samarinda menilai personel mereka terlalu gemuk. Padahal idealnya pekerjaan saat ini bisa dilakukan dengan jumlah orang yang lebih sedikit. Untuk menekan efisiensi anggaran dan efektifitas pencapaian target.

Reshuffle ini sendiri bukan yang pertama kali di era kepemimpinan Aspian Noor. Sebelumnya, jumlah personel KONI Samarinda berkisar 180 orang. Lalu dirampingkan menjadi 117 orang.

Namun melihat kinerja sepanjang tahun 2020. Petinggi KONI Samarinda, setelah mempelajari banyak hal. Kembali membuat perampingan.

Melalui rapat pleno seluruh pengurus KONI Samarinda pada 13 Maret 2021. Di Gedung DPRD Kota Samarinda. Pembahasan soal reshuffle ini jadi yang paling hangat dibicarakan.

Ketua KONI Samarinda, Aspian Noor yang membuka pembahasan reshuffle ini. Aspian bilang, perampingan ini harus dilakukan agar konsentrasi dan kesolidan pengurus KONI Samarinda tetap terjaga. Terlebih dua tahun ke depan, mereka telah dinanti 2 gawe besar. Yakni Pra Porprov 2021 dan Porprov Kaltim 2022. Di mana Samarinda berhasrat menjadi juara umum di Berau tahun depan.

Untuk mewujudkan angan itu, KONI Samarinda, kata Aspian. Harus fokus pada pembinaan atlet serta peningkatan pelatih dan wasit. Termasuk juga pengurus cabor dan KONI yang harus naik levelnya. Langkah itu dimulai dengan reshuffle ini.

“Sebenarnya saya masih berharap kekeluargaan yang kita bangun akan berlanjut. Tapi, jujur saja. Ada beberapa hal yang membuat kami rasa perlu mengambil langkah ini, demi kepentingan organisasi KONI,” katanya membuka sesi diskusi reshufle pengurus.

Aspian melanjutkan, dengan jumlah personel yang proporsional berdasar kuantitas dan kualitas. Progres menuju Porprov bisa lebih terlihat.

“Padahal saya ingin teman-teman semua tetap bekerja sama. Akan saya sampaikan nanti setelah selesai kami susun.  Saya ingin tenang, damai, dan butuh bekerja dengan jiwa yang benar-benar memikirkan KONI Samarinda itu sendiri,” tambahnya.

Selepas itu, berbagai tanggapan pun disampaikan peserta rapat pleno. Pro kontra tak terhindarkan. Ada yang beranggapan bahwa bidangnya sudah ideal dengan komposisi saat ini. Sehingga reshuffle belum dianggap urgen.

Dari pantauan nomorsatukaltim.com, tercatat 10 peserta rapat yang turut menyampaikan pandangannya. Mendukung langkah reshuffle ini. Dengan harapan yang sama seperti disampaikan oleh sang ketua.

Senada dengan pernyataan Aspian Noor. Sekretaris Umum KONI Kota Samarinda, Apri Gunawan. Juga mendukung langkah reshuffle ini. Dari laporan dan pengamatannya langsung di lapangan. Keanggotaan KONI Samarinda saat ini dinilainya berlebihan secara jumlah.

Sementara tidak semua anggota memiliki orientasi yang sama. Dalam hal memajukan organisasi olahraga itu. Dan yang lebih penting, reshuffle ini perlu dilakukan untuk efisiensi anggaran.

Selain itu, Apri bilang. Bahwa sukses tidaknya keolahragaan Kota Samarinda ke depan. Terutama di ajang Porprov nanti. Tidak memiliki relevansi dengan jumlah pengurus. Karena bahkan di Pulau Jawa sana. Yang sejauh ini masih jadi pusat kekuatan olahraga Indonesia. Banyak KONI daerah yang memiliki personel jauh lebih kecil. Tapi prestasi nyatanya tetap didapatkan.

“Melihat situasi dan kebutuhan organisasi, itu (reshuffle) penting dilakukan. Karena ada beberapa pengurus yang sudah pindah domisili, tidak di Samarinda lagi. Kemudian hasil evaluasi selama ini, untuk mengefektifkan pekerjaan juga,” katanya, Senin 15 Maret 2021

“Jadi bukan biacara kuantitas personel, tapi kita di sini tekankan tentang kualitas. Kita diberi 50 orang cukup, tapi bicara seorang pun lebih cukup. Pada dasarnya memang kebutuhan kualitas.”

“Selain efesiensi anggaran, lebih dari itu adalah tupoksi kerja mereka dapat diaplikasikan oleh pengurus nantinya,” lanjutnya.

Namun begitu, Apri tetap memuji kinerja yang sudah dilakukan oleh pengurus KONI periode saat ini. Ia berharap, tetap terjalin silaturahmi meski nantinya akan ada beberapa pengurus yang tak lagi digunakan jasanya.

“Kepengurusan kita selama ini kami rasa sudah kompak. Bahkan dalam proses pelaksanaan kegiatan kita sudah cukup saling melengkapi. Namun di luar itu, terkait dengan kebutuhan organisasi dan menimbang dari beberapa masukan ke KONI. Maka mau tidak mau akan kita laksanakan (reshuffle) itu,” terangnya.

“Kedua, saya berharap tetap terjalin komunikasi yang baik. Bagaimanapun proses terus berjalan. Karena tak menutup kemungkinan ke depan kita bisa saling bersama lagi. Karena kebutuhan personal dan lain sebagainya,” tandasnya.

Dengan agenda reshuffle yang sedang digodok saat ini, pengurus akan dirampingkan menyesuaikan efisiensi anggaran dan pelaksanaan program kegiatan di masing-masing bidang. Belum diketahui berapa orang yang akan dilepas dan atau digantikan posisinya.

Strategi Jelang Pra Porprov

KONI Balikpapan bisa memaklumi apa yang dilakukan KONI Samarinda. Menurut Sekretaris Umum KONI Balikpapan Hasbi Muhammad. Reshuffle yang dilakukan KONI Samarinda normal saja. Dalam dinamika organisasi hal itu biasa terjadi. Terkadang reshuffle memang mesti dilakukan demi jalannya organisasi.

“Normal saja dalam sebuah organisasi. Artinya untuk mengisi kekosongan yang tidak jalan atau ada bidang yang tidak sesuai dengan kapasitas. Bisa dibuang atau dipindahkan,” kata Hasbi.

Di Balikpapan menurutnya sering melakukan reshuffle. Hanya saja lebih berfokus pada penyegaran struktur organisasi. Sejauh ini jumlah pengurus KONI Balikpapan 75 orang. Yang hampir keseluruhan didominasi pelaku olahraga. Mereka juga berasal dari cabor-cabor yang terdaftar di KONI Balikpapan.

Disingguh apakah jumlah pengurus yang banyak berkorelasi dengan raihan prestasi. Hasbi dengan tegas menyatakan, tidak berpengaruh. Karena jalan atau tidaknya pembinaan atlet bergantung pada kemampuan masing-masing pengurus. Kualitas lebih penting ketimbang kuantitas.

“Sebenarnya kalau berbicara pengurus dan prestasi itu relatif. Ada beberapa kabupaten kota dia mempersempit kepengurusan hingga 20-an (orang). Kembali kepada teman-teman pengurus sendiri,” tambahnya.

Adapun reshuffle yang direncanakan KONI Samarinda menurut Hasbi bisa saja merupakan sebuah startegi jelang Pra Porprov. Mengingat masing-masing kontingen mesti mencari cara agar bisa meriah hasil maksimal. (frd/fdl/ava)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply