alexa
disway ntt malang

Masih Ada Pungli di Pasar Pandansari

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Kondisi pasar yang ramai dengan kehadiran pedagang kaki lima (PKL) tak berizin, lumrah ditemukan di pasar-pasar tradisional. Bukan rahasia lagi, kalau PKL sering menjadi sasaran pungutan liar (pungli) oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan.

Seperti yang dirasakan Saijah-bukan nama sebenarnya. Dia mengaku lapaknya yang berada di ruas jalan Pasar Pandansari tak berizin, pun tak membayar retribusi.

“Lapak saya kan jauh, daripada punya mereka,” ujarnya sambil menunjuk lapak PKL lain, yang posisinya berdempetan dengan pagar pembatas gedung Pandansari, saat ditemui, Senin (8/3/2021).

Lapak Saijah memang agak terpisah dari pedagang lainnya yang berhimpitan di ruas jalan. Ia menyebut posisinya yang berada di pinggiran cukup menguntungkan. Karena tidak perlu membayar retribusi pasar, serta tidak dipungut biaya dari oknum-oknum tertentu. “Kalau yang di sana itu (lapaknya) bayar, ada sama orang,” katanya.

Ia menolak menyebut nama oknum yang sering meminta pungutan liar. Namun berdasarkan informasi yang dia terima, masing-masing lapak sudah ada harganya. Berkisar di antara Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.

Hal yang sama juga dirasakan Polan. Warga Kampung Baru yang nama aslinya enggan dikorankan. Ia mengaku dikenai pungli lapak sekitar Rp 300 ribu per bulan. “Kita kan sudah bayar jadi jangan dibilang ilegal,” katanya.

Menurutnya, persaingan tidak sehat yang diutarakan pedagang yang berada di dalam kawasan Pandansari, hanya dirasakan sebagian orang. “Ya kalau pedagang di dalam merasa tersaingi, kan rezeki itu sudah diatur,” katanya.

Pedagang lain mengaku akan mengikuti arahan pemkot atau dinas terkait untuk pindah ke dalam kawasan pasar. Jika memang ada niat serius untuk mengelola pasar menjadi lebih baik. “Kalau sudah disuruh kita mau saja,” timpal pedagang telur.

Terlepas dari peliknya persoalan pungli, para PKL yang berada di luar kawasan pasar mengaku lebih senang berdagang di ruas jalan. Itu lantaran akses ke pengunjung lebih baik dari pada berdagang di dalam kawasan pasar.

Namun demikian, kondisi PKL yang memenuhi ruas jalan menjadi kendala bagi pengunjung. Lantaran sering terjadi kemacetan panjang yang menyulitkan arus lalu lintas para pengendara roda empat dan roda dua. Apalagi kalau hujan mengguyur Balikpapan, maka kondisi jalan di sana becek dan mengganggu aktivitas pengunjung.

Rahayu, salah satu pengunjung pasar Pandansari menyebut pasar ini merupakan pusat perbelanjaan yang ramai pengunjung dan pedagangnya. Namun pengelolaannya belum maksimal dan terkesan tidak rapi karena PKL berjubel di jalanan. “Kalau bisa ditertibkan. Biar kita nyaman juga berbelanja,” ujarnya. (tim/dis)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply