alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Kembangkan Pekarangan di Rumah Bisa Antisipasi Penyebaran COVID-19, Kok Bisa?

PPU, nomorsatukaltim.com – Penanganan COVID-19 tak melulu urusan Dinas Kesehatan. Namun lintas sektor. Termasuk Dinas Ketahanan Pangan PPU.

Organisasi perangkat daerah (OPD) spesialis penjaga lumbung ini mempunyai program spesifik. Berperan menekan penyebaran virus tak meluas. Sasarannya kepada kaum perempuan. ”

Kami melakukan terobosan pembinaan terhadap gender, ibu-ibu di masa pandemi ini. Mereka menjadi salah satu bagian untuk upaya agar persoalan COVID-19 bisa ditekan dari sektor ketahanan pangan,” kata kepala dinas Ketahanan Pangan, Surito Wedarie.

Kegiatan itu ialah program pangan lestari (PPL). Yaitu gerakan pemanfaatan lahan pekarangan. Dimulai dari pembinaan ke beberapa Kelompok Wanita Tani (KWT). Mulai dari kunjungan lapangan.

Lalu mereka diberikan pelatihan skala kecil secara langsung juga melalui webinar. Untuk membuat kebun bibit. Yang nantinya benih itu dibagikan ke lingkungan sekitarnya. Agar warga bisa ikut menanam di pekarangan rumah.

“Yang tergabung dengan KWT, jelas sudah biasa dengan urusan bertani. Jadi mudah saja. Tapi kita sokong untuk memberikan dampak signifikan ke warga sekitarnya,” jelasnya.

Benih yang dibudidayakan ialah komoditi quick harvest atau cepat panen. Seperti tomat, cabai dan jenis sayur-mayur lainnya. Pokoknya tanaman dengan masa panen maksimal dua bulan tanam.

“Tanaman yang disediakan itu sekiranya mampu untuk mengatasi kebutuhan pangan sehari-sehari mereka,” sambungnya.

Program ini sudah berjalan sejak 2020 lalu. Selain merupakan gagasan secara nasional, pelaksanaan di PPU memang diperkuat. Sejak pandemi merebak.

“Sekaligus agar ibu-ibu tidak banyak bersinggungan dengan aktivitas di luar. Minim interaksi di luar, otomatis potensi terpapar (COVID-19) sedikit,” ungkap Surito.

Tahun lalu, 10 KWT sudah digandeng. Untuk 2021, ada 6 KWT yang telah putuskan. Masing-masing KWT mendapatkan alokasi anggaran pembinaan Rp 60 juta. Untuk membuat rumah bibit dengan segala perlengkapannya.

Adapun program ini juga berkaitan dengan penanganan stunting. Yang hingga saat ini masih menjadi momok di Benuo Taka. Pekerjaan lintas sektor juga untuk penanganannya.

“Kenapa ini dikaitkan dengan kebutuhan, pandemi dan stunting karena memang ini persoalan secara nasional. Tentu kita penanganan sektor pemenuhan gizi pangannya,” tuntasnya. (rsy/boy)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply