Penanganan COVID-19 Butuh Peran Masyarakat

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kasus terkonfirmasi COVID-19 di Berau kembali bertambah 27 kasus dan 1 meninggal dunia, Kamis (4/3). Dengan demikian, total kasus berjumlah 3.462 dengan 250 pasien dirawat dan 66 kasus meninggal dunia.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan, untuk menekan angka terkonfirmasi COVID-19 membutuhkan peran masyarakat. Karena penambahan kasus setiap harinya tidak bisa ditebak. Meski, lonjakan kasus tidak separah Desember 2020 hingga Januari 2021.

“Selama ini tidak ada kasus nihil. Pasti ada saja ditemukan (positif),” ujarnya kepada Disway Berau, Kamis (4/3).

Diakui Iswahyudi, kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sangat berpenyaruh menekan penyebaran COVID-19. Apalagi, telah dibentuk satgas hingga ke tingkat RT.

“Peran lurah dan RT sangat besar. Karena mereka berkewajiban memastikan pasien karantina mandiri tidak keluyuran,” bebernya.

Dia menambahkan, satu pasien COVID-19 meninggal dunia berinisial MCF (48) atau Berau-3.407, warga Teluk Bayur sekira pukul 11.35 Wita.

unmul

“Pasien yang meninggal bagian dari transmisi lokal,” pungkasnya.

Bupati Berau, Sri Juniarsih mengaku, cukup puas dengan sinergi Satgas COVID kabupaten hingga RT. Dengan adanya posko tersebut, warga yang terpapar bisa segera tertangani.

Ia pun meminta, seluruh elemen masyarakat turut andil memantau secara langsung, dan menekankan kepada masyarakat untuk berprilaku jujur jika bergejala atau berinteraksi dengan pasien COVID-19.

“Jika ada gejala, untuk segera melaporkan diri. Jangan sampai, sudah terpapar parah baru melapor,” jelasnya.

Sri juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh Satgas yang turun langsung melakukan survei kepada masyarakat. Karena sangat efektif membantu Pemkab Berau dalam melakukan tracing terhadap warga yang terpapar.

“Saya ucapkan terima kasih, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim Satgas,” tuturnya. */FST/JUN

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim: