alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Transformasi Transaksi Pembayaran UMKM di Kaltim Meningkat 

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kaltim saat ini telah menunjukkan arah transformasi digital yang meningkat. Khususnya dalam melakukan transaksi pembayaran.

Pemasaran produk UMKM secara online kini menjadi peluang. Yang memang harus diambil oleh semua masyarakat. “Semua bisa memasarkan produk, tapi untuk sukses butuh kunci yaitu daya saing,” ujarn Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono, baru-baru ini.

Tutuk menambahkan, pihaknya turut berperan aktif dalam mendorong UMKM Go Digital. Melalui pelatihan offline dan webinar online. Lalu ada penyelenggaraan Expo UMKM virtual dan offline. Serta, mendorong penempatan UMKM di market place dan on boarding QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Kata Tutuk, BI menciptakan ekosistem digital melalui pengenalan digitalisasi UMKM sejak dini. Yakni ke SMA dan SMK di Benua Etam. Pengenalan itu dilakukan secara online. Agar jangkauannya bisa luas.

Pengembangan platform digital lokal di Kaltim mulai menunjukkan kemajuan. Dengan hadirnya berbagai platform digital lokal. Untuk mendukung peningkatan akseptasi digital. “Terutama pada sisi hilir,” ucap Tutuk.

Beberapa platform lokal tersebut di antaranya yaitu Lamin Etam Online yang merupakan E-Catalogue UMKM dari BI. Berbentuk website, dan sebagai media showcase produk-produk UMKM unggulan Kaltim.

Laman itu juga telah dikurasi dalam bentuk katalog digital. Yang diharapkan dapat meningkatkan penjualan bagi pelaku UMKM.

Kemudian, ada pula kontribusi lain dari pemerintah daerah. Seperti Pemkot Samarinda. Mereka telah meluncurkan aplikasi Behambinan melalui Diskominfo Kota. Dengan tujuan sebagai upaya dalam menghidupkan roda perekonomian masyarakat.

Akibat dari itu, kini pembayaran menggunakan QRIS semakin diterima di banyak kegiatan masyarakat. Mulai dari pasar tradisional, tempat ibadah, universitas atau sekolah, tempat wisata, dan tempat belanja lainnya.

Berdasarkan data Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) BI, per Januari 2021, Kaltim mengungguli 5 provinsi lainnya di Kalimantan untuk perkembangan QRIS.

Jika dirincikan, Kaltim memiliki 99.157 merchant disusul oleh Kalimantan Selatan (Kalsel) sebanyak 60.112 merchant, Kalimantan Barat (Kalbar) dengan 58.790 merchant, Kalimantan Tengah (Kalteng) sebanyak 34.688 merchant dan Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki 11.057 merchant QRIS.

“Khusus di Kaltim, terjadi peningkatan jumlah merchant QRIS sebesar 455,26 persen, yaitu dari 21.278 merchant pada Desember 2019 menjadi 96.870 merchant pada Desember 2020,” jelas Tutuk.

Tutuk juga menjelaskan, hingga 15 Januari, pertumbuhan jumlah merchant QRIS mengalami percepatan. Di mana Kota Samarinda menjadi yang terbanyak. Mengungguli Kota Balikpapan.

Yaitu mencapai 38.739 merchant. Kota Minyak, sebanyak 31.242 merchant dan Kutai Kartanegara (Kukar) sebanyak 10.858 merchant.

Lebih lanjut, survei BI kepada UMKM binaan juga menunjukkan bahwa kondisi UMKM mengalami tren perbaikan. Akan tetapi belum pulih sepenuhnya.“Perlu percepatan dan perluasan insentif agar pemulihannya dapat dipercepat,” terang Tutuk.

Jika dilihat dari pangsa kredit UMKM di Kaltim, tercatat masih relatif stagnan. Dan berada di kisaran 15 hingga 20 persen dalam beberapa periode terakhir.

Kredit UMKM Kaltim hingga triwulan IV 2020 tercatat terkontraksi sebesar 2,74 persen. Secara tahunan dengan tingkat risiko Non Performing Loan (NPL) sebesar 5,64 persen.

Menurut Survei BI, Januari kemarin terlihat tren perbaikan kinerja UMKM mengalami perlambatan. Seiring dengan kembali meningkatnya grafik penyebaran COVID-19 di Kaltim maupun Nasional.

Selain itu, beberapa wilayah kembali melakukan pengetatan. Yang menyebabkan kinerja UMKM secara offline kembali terbatas. Hal itu tidak terjadi pada kegiatan online.

Trafik Kargo Meningkat

Peningkatan transaksi jual beli secara online memang terjadi. Akibatnya, lalu lintas kargo mengalami kenaikan. Hal itu dibenarkan oleh Kepala PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Cabang Balikpapan, Adityo Putranto.

Kata Adityo, trafik pengiriman barang memang mengalami peningkatan. Untuk Balikpapan saja naik 25 persen selama pandemi.

“Angka itu jika dibandingkan 2019 lalu tentu saja meningkat,” tandas Adityo, saat dihubungi melalui aplikasi pesan instan, Senin (1/3/2021).

Sebelumnya, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda Agung Pracayanto menyatakan, pihaknya mencatat peningkatan jumlah lalu lintas kargo mencapai 329,66 persen sepanjang 2020.

Agung menyampaikan hal tersebut disebabkan oleh banyaknya masyarakat yang melakukan transaksi jual beli melalui market place.

Lalu, aktivitas bepergian yang dibatasi juga mengalihkan transaksi yang biasanya langsung menjadi online.

Berdasarkan data Pergerakan Lalu Lintas Angkutan Udara Bandara APT Pranoto Samarinda, sepanjang 2020 tercatat sebanyak 677.896 kargo yang tiba dan berangkat. Sedangkan, pada 2019 sebanyak 205.628 kargo dan pada 2018 sebanyak 63.011 kargo.

“Peningkatan lalu lintas kargo akan mungkin kembali terjadi di tahun ini. Hanya saja kembali melihat ke situasi. Untuk lalu lintas kargo, kami (Bandara APT Pranoto), telah melayani sebanyak 946.535 kargo,” pungkas Agung. (nad/eny)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply