alexa
  • disway ntt malang
  • ngopisore

Siasat Borneo FC Usai Melepas Dedi Hartono

Liga 1 musim 2020 lalu. Borneo FC Samarinda memiliki pasangan penyerang sayap kanan yang super ideal. Dedi Hartono dan Terens Puhiri. Keduanya saling bahu-membahu membuat barisan serang di sektor kanan begitu menakutkan. Sayang, duet itu hanya berlangsung di 3 laga. Karena musim 2021, Dedi Hartono dipastikan tak lagi jadi bagian dari Pesut Etam.

DUET Dedi Hartono dan Terens Puhiri di posisi penyerang kanan benar-benar unik. Karena keduanya tidak saling melapisi. Tapi melengkapi. Terens punya kecepatan, makanya ia dijuluki The Flash. Umpan krosingnya belum terlalu bagus. Tapi keberaniannya menusuk ke kotak penalti sering bikin bek lawan kocar-kacir. Bahkan ketika ada peluang tembak. Terens tanpa ampun melakukan shots. Yang memang masih perlu banyak perbaikan soal akurasinya.

Terens adalah kombinasi antara pemain sayap klasik dan modern. Andalannya masih umpan silang. Khas penyerang sayap Indonesia. Tapi keberaniannya masuk ke area penalti dan menembak. Itu jarang dipunyai pemain berposisi sama dengannya. Karena tipikal pemain kita, di kotak penalti pun. Para pemain sayap masih lebih senang memberi umpan silang pada penyerang tengah.

Lain lagi dengan Dedi Hartono. Sudah senior, saat ini usianya 33 tahun. Tapi permainan Dedi sangatlah otentik. Tak banyak atau bahkan hampir tidak ada pemain sayap Indonesia yang menyerupai gaya mainnya.

Begini, Dedi tidak punya kecepatan. Lincah juga tidak. Tapi Dedi punya visi bermain yang jelas. Umpan-umpan pendek. Permainan satu-dua jadi kekuatannya. Selepas mengoper, Dedi langsung mencari ruang kosong. Tak berlama-lama memegang bola. Diberikan lagi ke rekannya.

Dan pada momen bagus untuk melepas umpan silang. Dedi tidak menendang bola ke udara. Untuk dijangkau lewat sundulan oleh penyerang tengah. Tapi ia membuat umpan datar.

Dari samping, umpan datar. Pola seperti ini sering bikin tim lawan kelabakan. Barisan bek yang mayoritas pemain tinggi besar. Sering tak siap menghalau bola bawah. Jarang sekali Dedi membuat umpan silang atas. Tahu alasannya?

Suatu ketika, pada nomorsatukaltim.com. Dedi menyebut ia sengaja melakukan itu. Karena dengan bola atas, kemungkinan rekan menjangkau bola lebih kecil. Pertama kalah jumlah. Kedua, bek kebanyakan tinggi.

Tapi dengan umpan datar. Kemungkinan bola terjangkau kawan dan lawan jadi 50:50. Sedikit lebih besar peluang golnya lewat metode itu.

BORNEO FC
Terens masih akan jadi andalan di sektor kanan Borneo FC. (ARUL/ BFCS)

Dengan karakteristik yang berbeda ini. Saat itu, Borneo FC seperti memiliki hal besar di sektor sayap kanan. Terens dan Dedi dengan permainannya yang berbeda. Jadi pelatih punya dua opsi yang berbeda.

Siapa starter siapa pengganti. Akan sama menguntungkan tim. Karena kehadiran keduanya di lapangan dapat memberi warna permainan tersendiri.

Musim lalu, Dedi Hartono bermain di 3 laga. Selama 169 menit. Dua kali bermain dari bangku cadangan. Dan membuat 2 asis. Sementara Terens yang mengalami cedera di laga kedua. Bermain 2 kali selama 61 menit. Dan membuat 1 asis.

Dari 3 laga musim lalu itu. Borneo FC membuat 6 gol. Dan 3 di antaranya dikreasikan oleh Dedi dan Terens. Satu gol dari titik putih. Satu gol bunuh diri bek Persija. Dan satu lagi dikreasikan oleh Fransisco Torres pada gol Javlon Guseynov saat mengalahkan Persipura 2-0 di Stadion Segiri. Pas berbarengan dengan perayaan hari jadi klub yang ke-6.

Sederhananya, dari 6 gol itu. 3 dihasilkan dari sayap kanan. Serta 1 dari area lain. Kalau dihitung dari keseluruhan gol. Maka besaran kontribusi duo Dedi-Terens adalah 50 persen. Tapi kalau dihitung gol dari open play saja. Maka kontribusi keduanya sebesar 75 persen! Aduhai sekali bukan?

Itulah kenapa duet Dedi dan Terens disebut sangat menguntungkan Borneo FC Samarinda. Sayangnya, romantisme duet ini hanya berlangsung di 3 laga itu saja. Musim depan, Dedi tak masuk proyeksi Mario Gomez. Maka kontraknya pun tak diperpanjang. Terens kembali menjadi tumpuan di sayap kanan. Tanpa tandem sepadan. Atau setidaknya, belum diketahui apakah rekan seposisinya nanti bakal segarang Dedi atau tidak.

Kepergian Dedi bulan lalu sempat menjadi heboh. Pusamania –suporter Borneo FC- kaget bukan kepalang. Kok bisa Dedi tidak diperpanjang? Banyak yang bertanya seperti itu. Karena sudah kadung kesengsem dengan permainan pria kelahiran Purwosari itu.

Tak hanya Pusamania yang merasa kehilangan. Terens pun sedikit merasakannya. Walau dengan dan tanpa Dedi pun ia akan memberi yang terbaik buat Borneo FC. Tapi aroma persaingannya tentu beda. Tensinya tak lagi sama. Pemain 24 tahun itu menyebut. Kehilangan Dedi, membuat sektor kanan penyerangan Pesut Etam kehilangan pengalaman.

“Sedikit kehilangan iya lah, kehilangan pengalaman. Bang Dedi pemain senior, saya banyak belajar sama dia. Sementara semua tahu pemain baru perlu adaptasi dulu,” katanya secara khusus pada nomorsatukaltim, Senin 1 Maret lalu.

Namun begitu, hidup harus tetap berjalan. Terens percaya tim pelatih punya rencana khusus. Terpenting baginya adalah saat ini tidak kehilangan motivasi. Ia ingin melanjutkan apa yang sudah ia awali. Untuk menjadi penyerang kanan andalan Pesut Etam. Dan memberi kontribusi bagus. Lewat pergerakan, asis, ataupun gol.

“Motivasi. Intinya kita harus siap. Karena pelatih akan melihat siapa yang paling siap bermain. Coach Mario akan selalu ambil pemain yang selalu menunjukan usaha dan kerja keras,” pungkas pemain kelahiran Jayapura itu.

Slot untuk Pemain Muda

BENAR saja. Dilepasnya Dedi Hartono oleh tim pelatih dan manajemen bukanlah tanpa perhitungan yang matang. Bukan pula mereka acuh pada apa yang dilakukan Dedi dalam 3 laga bersama Borneo FC.

Dilepasnya Dedi tak lebih dari … ya itu cara tim pelatih untuk memberi slot pada pemain muda. Karena selain Terens, saat ini sudah ada M. Sihran, Fajar Fathurahman, Arya Gerry, dan Ahmad Surahman. Dengan proyeksinya adalah; Terens di sayap kanan. Dan Fajar menjadi pemain utama di sayap kiri.

Sementara Sihran bisa melapisi Fajar. Pun bisa bermain berbarengan. Karena baik Sihran dan Fajar bisa bermain di kanan serta kiri. Arya bisa jadi pelapis potensial Terens di kanan. Sementara Surahman adalah bek kanan yang bisa bermain di posisi RWB, RMF, dan RWF.

“Keluarnya Dedi Hartono tidak juga mengurangi komposisi. Karena kita ada prospek pemain muda. Dedi matang, tapi anak-anak yang diproyeksikan juga menuju kematangan,” kata asisten pelatih Ahmad Amiruddin. Pada hari yang sama.

Sementara jika tim butuh suntikan pengalaman, Guy Junior (CF), Amer Bekic (CF), dan Sultan Samma (CM) bisa juga bermain di kedua sisi sayap serang. Toh untuk posisi gelandang tengah, pelatih nampaknya akan menduetkan Nuriddin Davronov dan Hendro Siswanto. Jadi Sultan Samma bisa lebih leluasa bermain di barisan serang. Baik sebagai gelandang serang ataupun pemain sayap.

Alasan memberi jatah main pada pemain muda itu tampaknya bukan sekadar bualan saja. Karena melihat track record Mario Gomez yang gemar memainkan pemain muda. M. Iksan, Nurdiansyah, Wahyudi Hamisi, Ilhamsyah, dan juga ‘Messi’ Sihran adalah segelintir pemain muda yang banyak mendapat caps saat Borneo FC diasuh Gomez. Episode itu tampaknya akan kembali. Usai Gomez kembali menangani Pesut Etam jilid 2.

Untuk Sihran sendiri, ketika tim dibesut Edson Tavares. Tak banyak mendapat peran. Musim 2021, peruntungan pemain mungil itu tampaknya akan berubah.

“Skarang kokinya Gomez. Sihran bagus karena Gomez. Fathurahman natural kiri. Rezeki itu, prospek bagus maka diambil lah sama manajemen,” lanjut Amir.

Untuk saat ini, Amir memastikan belum ada rencana mendatangkan pemain sayap serang anyar. Karena selain komposisi yang sudah cukup gemuk. Belum terjaminnya penyelenggaraan Liga 1 musim 2021 jadi pertimbangan tersendiri.

“Belum ada rencana. Karena rumor yang beredar kita masih sambil baca, hati-hati saja. Karena Piala Menpora belum menjamin kompetisi bergulir. Manajemen masih banyak melakukan tahapan-tahapan untuk disesuaikan. Membaca situasi terlebih dulu lah,” pungkasnya.

Apapun itu, para prospek muda yang disebutkan di atas. Mereka yang disebut segera matang. Harus membuktikan diri dalam sesi latihan dan Piala Menpora nanti. Kalau tampil memble, ya … siap-siap saja didatangkan pemain anyar. Yang membuat peluang mereka tampil jadi lebih kecil lagi. (frd/ava)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

Leave A Reply