Berau Punya Pantun Daerah

TANJUNG REDEB, DISWAY – Kabupaten Berau kini memiliki antologi pantun berbahasa Banua (Barrau), sebagai implementasi Undang-Undang 23/2014 tentang prioritas nasional akan pemajuan dan pelestarian kebudayaan.

Kasi Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Berau, Arliana mengatakan, pengadaan pantun Berau juga berhubungan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 43/2007 tentang perpustakaan untuk melaksanakan tugas sebagai perpustakaan pelestarian.

Pengadaan buku pantun Berau sudah diwacanakan sejak lama dengan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Berau. Kendati akhir 2020 baru terealisasi pengadaan pantun Berau, sesuai arahan pemerintah pusat akan prioritas nasional dalam revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

“Salah satu budaya Berau yang diangkat adalah pantun Barrau yang saat ini sudah jarang, bahkan generasi sekarang banyak belum mengetahuinya,” tegasnya kepada Disway Berau, Selasa, (23/2).

Arliana mengakui, pembangunan kebudayaan di Kabupaten Berau masih sangat minim. Contohnya, masih bergelut mencari naskah kuno yang belum memasuki proses alih media. Tetapi, beberapa naskah kuno telah ditemukan beberapa naskahnya.

“Dalam buku Pantun Barrau, berisi pantun nasihat atau pantun petunjuk yang digunakan pada acara-acara adat, seni jepen dan mamanda yang dinyanyikan sebagai syair lagu. Dikarang langsung oleh pegiat budaya,” jelasnya.

Kini, pantun Barrau sudah dicetak sebanyak 125 eksemplar dengan penempatan sebagai koleksi deposit dan dibagikan ke beberapa perpustakaan sekolah dan perkampungan.

“Rencana akan dicetak lebih lama agar pembagian bisa secara merata. Tahun ini, kami anggarkan,” */RAP/JUN

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply