Selama Pandemi Volume Sampah di Bontang Turun Berton-ton

Bontang, nomorsatukaltim.com – Pandemi COVID-19 terbukti ampuh mengurangi sampah. Di Bontang jumlahnya bisa menyusut. Sampai 10 ton per hari.

Pemicunya karena konsumsi masyarakat rendah. Warga lebih menahan berbelanja. Dari data yang diimpun Disway Kaltim, di Bontang volume sampah harian sekitar 70 sampai 80 ton. Jumlah ini lebih rendah ketimbang tahun sebelumnya. Minimal 90 ton. Bahkan lebih.

Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Tempat Pemrosesan Akhir di Bontang Lestari, Yuniar menyebutkannya. Volume sampah cenderung turun sejak pagebluk COVID-19.  Trennya turun mulai terjadi saat 2020 lalu. Mula-mula 90 ton per hari. Berangsur turun bahkan sampai 70 ton.

“Ya selama pandemi memang terlihat volume sampah menurun sih,” ujar Yuniar kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Dari komposisi, sampah masih didominasi limbah rumah tangga. Karena memang TPA hanya mengurusi sampah dari rumah tangga saja.  Sedangkan untuk limbah industri dan medis diserahkan ke tiap instansi.

“Kalau limbah medis yang kelola di rumah sakit,” katanya.

Sejak penerapan larangan kantong plastik di toko dan swalayan serta minimarket, jumlah plastik berkurang.  Saat ini dari total akumulasi sampah didominasi sampah organik. Sementara sampah plastik hanya sekitar 40 persen saja.

“Ya memang aturan larangan kantong plastik itu berimbas nyata,” ungkapnya.

Namun, sayangnya pengelolaan sampah belum ramah lingkungan. Sampah masih ditumpuk untuk menghasilkan gas metana.  Gas metana yang diperoleh pun belum efektif. Masih dikonsumsi untuk keperluan internal di TPA saja. (wal/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply