Menjaga Daya Beli Masyarakat, Kuartal I-2021 Diprediksi Melambat 

Balikpapan, nomorsatukaltim.com – Tahun ini menjadi tahun pemulihan ekonomi setelah tahun lalu sangat terpukul. Pandemi COVID-19 tak hanya berdampak pada kesehatan. Tetapi juga melumpuhkan sistem perekonomian. Berbagai upaya pun dilakukan oleh pemerintah.

Selain menghadirkan vaksin. Pemerintah juga mengeluarkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Yang diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020.

Beruntung bagi Kota Balikpapan, di mana ekonominya masih bisa tumbuh. Walaupun pertumbuhannya 2020 diproyeksi menjadi pertumbuhan terendah sepanjang lima tahun terakhir.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Yaser Arafat memperkirakan pada kuartal I-2021 ekonomi Balikpapan akan tetap bertambah. Meskipun melambat. Mengingat pemerintah pada kuartal I ini mulai melakukan persiapan lelang untuk belanja langsung.

“Saya lihat konteks Balikpapan di dalam menangani pandemi cukup baik. Pertumbuhan ekonomi juga tidak minus. Itu bagus luar biasa. Meskipun melemah tapi masih bisa tumbuh positif,” ucap Yaser Arafat saat dijumpai Rabu (17/2).

Pada kuartal I-2021 akan tetap tumbuh. Dan akan bergerak pada kuartal II. “Spending government baru mau ditenderkan. Di kuartal kedua akan nampak bergerak. Karena sejumlah kebijakan untuk mengendalikan kasus COVID-19 dilakukan pada kuartal I. Sehingga di kuartal tersebut sangat melambat,” tukasnya.

Dengan demikian, pergerakan akan terlihat pada kuartal-II tahun ini. Karena proyek yang menjadi belanja langsung pemerintah telah ditenderkan atau ada percepatan.

“Yang diharapkan saat ini adalah belanja dari pemerintah. Sementara swasta masih wait and see dengan melihat angka kasusnya,” terang Yaser Arafat.

Saat ini menurutnya, yang perlu dijaga ada daya beli masyarakat. “Kuncinya di situ. Jangan karena kebijakan yang pukul rata itu berdampak pada ekonomi yang makin dalam. UMKM menjadi salah satu motor penggerak yang harus terjaga,” ujarnya.

Yaser mengatakan, ekonomi Kota Balikpapan sangat terbantu dengan proyek pembangunan kilang Pertamina. Kondisi ini berbeda dengan yang dialami oleh daerah lain. Sehingga dalam hal ini diperlukan kerja sama.

“Kita harus kolaborasi dengan pemerintah. Di mana pemerintah memberikan wadah untuk berkarya bagi UMKM di RDMP sana. Dalam rangka mengurangi orang luar masuk ke Balikpapan dengan memberdayakan masyarakat lokal,” bebernya.

Terpisah, Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Balikpapan Ernawaty Gafar mengungkapkan, bahwa kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) utamanya Kaltim Steril memberikan dampak yang besar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

“Banyak banget keluhan yang masuk dari anggota. Di The Eatnic Plaza Balikpapan itu, rata-rata anggota Iwapi. Keluhkan sepi dan minta diskon biaya sewa,” sebut Ernawaty.

Dengan melihat kondisi yang sulit membuatnya turut prihatin. Pihaknya juga minta kepada anggota yang tergabung di Iwapi yang usahanya terpukul. Bisa melakukan inovasi dengan berbagai kreativitas dan melihat peluang pasar.

“Saat ini ada usaha sampingan. Dengan membuat cabang usaha. Jangan hanya terpaku pada satu usaha merambah ke bisnis lainnya. Potensi yang bagus itu kuliner,” imbuh perempuan yang juga anggota Kadin Provinsi Kaltim.

Langkah selanjutnya untuk tetap bertahan dan survive, adalah digitalisasi yang harus dimasifkan. “Share ke media sosial lebih dikuatkan. Hanya saja, anggota kita kemarin kebanyakan sudah berumur. Namun anggota baru ini, muda-muda semua. Sehingga promosi di media sosial lebih bagus,” tuturnya.

Ernawaty berharap kebijakan penerapan PPKM dan Kaltim steril dapat membawa dampak positif bagi dunia ekonomi. “Penerapan 5 M harus betul-betul diterapkan. Mudah-mudahan, PPKM ini membawa dampak positif. Pengurangan Covid-19 agak terasa,” imbuhnya.

Ditambahkannya, selama pandemi Iwapi juga menyalurkan pinjaman modal melalui koperasi yang dibentuknya untuk anggota. Langkah itu juga dilakukan untuk menggerakkan ekonomi anggota dalam mempertahan usaha.

“Kami juga sinergi dengan Pertamina dengan menyalurkan dana kemitraan kepada anggota Iwapi,” pungkas Ernawaty.

Sebagai informasi, ekonomi Balikpapan 2020 diproyeksi akan tumbuh 1,8-2,3 persen. Angka tersebut menjadi angka terendah sepanjang lima tahun terakhir. Dimana rata-rata ekonomi Balikpapan mencapai 3-4 persen. (fey/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply