Mahulu Segera Punya Bandara Tapi Selesaikan Dulu Urusan Satu Ini

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Keinginan membangun bandara di Mahulu dikebut. Langkah strategis terus diambil. Mulai dari pengurusan lahan. Sampai mencari dukungan anggaran.

Rencana lokasi pembangunannya di RT 11, Kampung Ujoh Bilang, Mahulu. Tahap pertama, 2019 silam, 90 hektare lahan sudah dibebaskan. Dari total 250,5 hektare. Artinya masih ada kebutuhan lahan sekitar 160,5 hektare. Yang butuh proses ganti rugi.

Instansi teknis yang berwenang adalah Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Barat (Kubar).  Pelaksana harian (Plh) Bupati Mahulu, DR Stephanus Madang mengungkapkan Pemkab tengah fokus membuka keterisolasian daerah. Untuk pembanguan infrastruktur.

“Untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur penghubung. Selain jalan darat, juga jalur transportasi udara jadi alternatif,” terangnya belum lama ini.

Nah, bandara punya peran demikian. Membuka keterisolasian. Bahkan menjadi pintu gerbang kegiatan perekonomian. Termasuk mendorong berkembangnya kegiatan industri. “Termasuk perdagangan,” tambahnya.

Ia pun  menjelaskan untuk membangun bandara harus melalui 21 tahapan. 19 tahapan sudah dilalui. “Jadi masih 2 tahapan  untuk melaksanakan kegiatan pembangunannya,” sebut Stephanus.

Ia mengharapkan masyarakat pemilik lahan bisa kooperatif. Terkhusus yang terkena dampak perencanaan pembangunan. Karena itu akan berpengaruh pada penilaian harga yang akan ditentukan.

bandara Mahulu

Plh Bupati Mahulu, DR Stephanus Madang menyampaikan rencana pembangunan bandara Ujoh Bilang, belum lama ini. (Imran/nomorstukaltim)

“Saya harapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Mahulu bersama tim independen memastikan aspek yuridis dalam tahapan pembangunan bandara ini. Perhatikan dan pertimbangkan kesesuaian hak para pemilik lahan,” tambah Stephanus.

Ia juga meminta Dishub dan tim independen mempertimbangkan nilai yang pantas kepada  pemilik lahan. Dan semua dilakukan secara transparan. Semua harus pro aktif. Karena ini akan menjadi proyek besar mereka.  “Aspek yuridis memastikan jaminan hukum keagrariaan tentang hak dan kewajiban para pemilik lahan. Sosialisasikan rencana pembangunannya ke masyarakat luas,” tegasnya lagi.

Pembangunannya memang menjadi program prioritas Dishub. Dalam waktu dekat, Dishub akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Begitu kata Kepala Dishub Mahulu, Toni Imang. Ia optimistis.  Pembebasan lahan tahap kedua pembangunan bisa selesai tahun ini.

“Mari kita doakan agar bisa selesai pembebasan lahan tahap dua ini secepatnya dan tidak ada rintangan,” harapnya.

Selain itu dishub juga akan berkoordinas dengan Pemkab dan pemprov kaltim. Termasuk juga pemerintah pusat. Khusus pemprov, yang dibutuhkan adalah anggaran.

“Agar Pemprov Kaltim memberikan bantuan keuangan untuk membangun sisi darat atau akses menuju bandar udara,” urainya.

Sedangkan kepada pemerintah pusat, khususnya kementerian perhubunan, pemkab butuh kewenangan dari sisi udara bandar udara.  Agar secepatnya mengeluarkan penetapan lokasi pembangunan Bandara Ujoh Bilang.

“Itu nanti jadi kewenangan Kementerian Perhubungan RI,” selorohnya.

Bandara Ujoh Bilang diyakininya akan membawa dampak besar bagi Mahulu. “Menumbuhkan investasi di derah perbatasan ini. Sangat penting untuk kebutuhan mendesak masyarakat, mengevakuasi orang sakit dan lainnya. Intinya, bandara sangat dibutuhkan selain akses darat,” tutup Toni. (imy/boy)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply