Borneo FC Tak Akan Istimewakan Hendro Siswanto

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Kesepakatan antara Borneo FC Samarinda dengan Hendro Siswanto tidaklah terjadi tiba-tiba. Bukan semata kebetulan Hendro mengalami situasi menggantung di Arema lalu dimanfaatkan Borneo. Faktanya, Hendro memang sudah sejak lama jadi incaran Pesut Etam.

Alasan utamanya tak lain karena kualitas yang ditampilkan Hendro untuk jangka waktu yang panjang. Di beberapa musim terakhir. Bisa bermain di bek sayap kanan dan gelandang bertahan sama baiknya. Hendro juga dikenal sangat berani ketika melakukan duel langsung.

Tipe pemain yang begitu berdedikasi saat dipercaya tampil. Dan yang tentu menjadi nilai lebihnya adalah. Hendro memiliki mental juara yang tinggi. Hal itulah yang membuat Borneo FC begitu tertarik padanya.

“Karena dia merupakan gelandang terbaik saat ini, dengan tipikal menonjol sebagai pemain pekerja keras. 9 tahun di Arema bukan waktu yang sebentar. Bahkan dipercaya sebagai kapten. Artinya dia memiliki jiwa kepemimpinan yang bagus,” kata Asisten Pelatih Borneo FC, Ahmad Amiruddin. Kamis 18 Februari 2021.

“Yang paling penting lagi, pemain muda yang kita miliki tidak perlu lagi jauh-jauh melihat pemain hebat. Yang ada di depan mata ini bisa dijadikan contoh. Kedisplinan dan kerja kerasnya perlu ditiru. Bagus sebagai role model pemain muda,” tambahnya.

Dijelaskan lagi oleh Amir. Bahwa Hendro memang jadi pemain yang diminta oleh jajaran pelatih. Setelah melakukan berbagai evaluasi atas kebutuhan tim. Beruntung, manajemen juga memiliki pemahaman yang sama soal proyeksi tim yang dibangun tim pelatih. Hingga terjadilah transfer ini.

“Secara pribadi saya berterima kasih kepada manajemen, atas realisasi dari rekomendasi tim pelatih itu. Dengan berhasil mendatangkan Hendro Siswanto,” tetang Amirudin.

“Dia merupakan tipikal pemain seperti Toni Kroos (Real Madrid, red). Yang bertandem dengan Cesemiro di sana. Akan bagus nantinya bagi skuat kita ke depan. Sama-sama dengan Nuridin Davronov,” tambahnya.

Namun begitu. Dengan profil yang dimiliki oleh Hendro Siswanto. Tak serta-merta menjadikannya sebagai pemain inti. Tidak ada garansi itu. Hendro tetap diminta menunjukkan kelayakan sedari sesi latihan. Dan bersaing dengan pemain lain secara sehat untuk masuk skuat utama dalam pertandingan.

“Selain dari sisi teknis. Kalau soal di lapangan tentu keputusan pelatih yang utama. Meski pemain memiliki nama besar, soal di lapangan tentunya pelatih lebih tahu apa yang jadi kebutuhan,” ungkapnya.

Amir sendiri, saat ini masih berada di kampung halamannya, di Kota Makasar. Sejak klub diliburkan karena tidak bergulirnya kompetisi. Ia memiliki kesibukannya sendiri, masih di dunia sepak bola. Dengan melatih anak-anak usia muda awalnya. Sekarang ada tugas tambahan, ia dipercaya melatih komunitas pemain bola eks PSM Makasar diatas tahun 2000-an.

“Manfaatkan hari libur, bosan di rumah terus, Mas. Sementara kita masih diperlukan di situ kan. Lumayan lah buat nyambung hidup,” pungkasnya. (frd/ava)

Baca lanjutannya di sini, Wal: Di Borneo FC, Hendro Mulai dari 0 Lagi

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply