58 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 Tiba Pekan Depan

Samarinda, nomorsatukaltim.com – Vaksin tahap 2 untuk Kaltim akan tiba pekan depan. Hal ini dipastikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Kaltim Padilah Mante Runa.

Seperti diketahui, sasaran penerima vaksin tahap 2 akan diprioritaskan kepada TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik. Termasuk, petugas di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, PLN, PDAM, dan pedagang pasar.

“Untuk tahap kedua nanti, kami sudah rapat dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Kita akan jemput bola, meletakkan vaksinator di tempat-tempat umum. Termasuk pasar. Jadi tidak perlu ke puskesmas,” jelas Padilah, saat ditemui awak media selepas menghadiri Rapat Satgas Penanganan COVID 19 di Ruang Rapat Tepian 2, Kantor Gubernur Kaltim, baru-baru ini.

Upaya itu dilakukan untuk meningkatkan realisasi cakupan vaskinasi tahap kedua. Terkhusus bagi para pedagang pasar. Hal ini dinilai lebih efektif, karena para pedagang pasar tidak perlu meninggalkan daganganya untuk menerima vaksinasi ke puskesmas.

“Orang pasar kalau disuruh vaksin ke puskesmas kapan dia akan datang? Karena harus kerja berjualan, kasian. Kalau kita taruh vaksinator di pasar, sambil berjualan, dia bisa vaksin sebentar,” terangnya lagi.

Padilah menambahkan, untuk penempatan vaksinator di pasar dan tempat umum lainnya akan meminta bantuan TNI/Polri untuk membantu pengamanan proses vaksinasi.

Sebelum dilakukan vaksinasi kepada para pedagang di pasar. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Demi meningkatkan kesadaran masyarakat untuk vaksinasi COVID-19.

Ia pun meminta kerja sama pihak TNI/Polri dan Dinas Kesehatan di kabupaten/kota. Untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi tahap kedua. Karena Diskes provinsi hanya sebagai fasilitator dan koordinator.

Jumlah vaksin tahap kedua diperkirakan sebanyak 58 ribu dosis. Angka itu masih bisa berubah. Tergantung ketetapan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Vaksin ini top-down. Dari Kemenkes semua jatahnya. Kita menunggu. Tidak bisa meminta, karena jumlah vaksin terbatas,” tutur Padilah.

Padilah menambahkan, distribusi vaksinasi nanti berbeda dari sebelumnya. Pada tahap pertama dulu, vaksin dikirim ke Diskes provinsi, kemudian baru didistribusikan ke kabupaten/kota.

“Vaksinasi tahap kedua nanti langsung ke faskes (fasilitas kesehatan, red). Dan ini betul-betul top down langsung dari pusat,” terangnya.

Selain petugas pelayanan public, vaksinasi tahap kedua juga akan diprioritaskan pada tenaga pendidik. Seperti guru, dosen, dan staf pengajar lainnya. Serta tokoh agama, tokoh masyarakat, wakil rakyat, pejabat pemerintah, dan aparatur sipil negara (ASN).

Pekerja di bidang pariwisata seperti petugas hotel dan restoran, pekerja transportasi publik, atlet, wartawan, dan lansia dengan usia di atas 60 tahun. Juga dipastikan akan mendapat jatah vaksinasi di tahap kedua. (krv/eny)

Kaltim Peringkat 6 Nasional

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Yudha Pranoto mengatakan akan melakukan penambahan vaksinator untuk pelaksanaan vaksinasi tahap kedua. Penambahan tenaga vaksinator itu, akan bekerja sama dengan TNI/Polri.

“Karena mereka kan punya Babinsa dan Babinkamtibmas yang bisa dijadikan vaksinator untuk melakukan vaksin tahap kedua nanti,” jelasnya.

Tenaga kesehatan milik TNI/Polri, sebut Yudha, sudah terlatih dalam proses pelaksanaan vaksinasi. Sehingga dapat membantu mempercepat proses pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pada tahap kedua yang memang diprioritaskan untuk kelompok TNI/Polri.

Sejauh ini, Kaltim masuk dalam peringkat enam. Sebagai daerah dengan cakupan realisasi vaksin tertinggi secara nasional pada proses vaksinasi tahap pertama. Prestasi ini, diharapkan dapat terus ditingkatkan pada realisasi vaksin tahap selanjutnya. (krv/eny)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply