Awas, Didatangi Satgas

Perusahaan yang Tutupi Kasus COVID-19

TANJUNG REDEB, DISWAY – Perusahaan yang terkesan menutupi kasus coronanya, siap-siap berurusan dengan Satuan Tugas Coronavirus Disease 2019 (Satgas COVID-19) Berau. Pelaksana Harian (Plh) Bupati Berau, M Gazali menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, yang merupakan bagian dari Satgas COVID-19, untuk menjadwalkan inspeksi mendadak (Sidak) ke perusahaan yang menutupi kasus di lingkup kerjanya.

“Tolong BPBD segera jadwalkan sidak itu,” ujarnya saat rapat evaluasi Instruksi Bupati dan Instruksi Gubernur Kaltim, Jumat (19/2).

Perusahaan, kata  Gazali, harus kooperatif dan jujur atas apa yang terjadi di dalam perusahaan. Apalagi itu, menyangkut kasus COVID-19. “Tidak ada yang boleh ditutupi,” tegasnya.

Menurutnya, jika dalam sidak Satgas COVID-19 nanti ditemukan pelanggaran, maka perusahaan harus siap diberikan masukan.

“Tidak hanya masukan, kalau memang pelanggarannya itu banyak. Maka siap-siap disanksi. Sudah jelas ada aturannya bagi pelanggar protokol kesehatan,” katanya.

Dalam Peraturan Bupati Nomor 1 tahun 2021 atas perubahan Peraturan Bupati Nomor 52 tahun 2020, tentang Penanggulangan dan Pendisiplinan Protokol Kesehatan menyebutkan sanksi bagi pelaku usaha, maksimal adalah penangguhan izin perusahaan.

“Jangan sampai ada yang pelanggaran terlampau parah. Karena, sanksi penangguhan izin ini bisa diterapkan,” ungkapnya.

Lanjut Gazali, sidak oleh Satgas COVID-19 ke salah satu perusahaan di Binungan sebelumnya yang pernah dilakukan, sukses menekan angka penularan. Maka dari itu, dirinya ingin hal itu terulang kembali.

Menindak lanjuti perintah Plh Bupati, Koordinator Pusat Pengendalian dan Operasional Satgas COVID-19 Berau, Nofian hidayat mengatakan, akan segera menjadwalkan sidak.

Dalam sidak nanti, akan dikemas secara berbeda. Karena, waktunya tidak akan diinformasikan kepada perusahaan.

“Saya tidak mau jika nanti perusahaan memfasilitasi sidak ini. Kami punya armada, jadi tolong untuk tidak ikut campur,” tegasnya.

Kemudian, mengetahui bahwa untuk masuk ke perusahaan area tambang harus mendapat izin. Dan dirinya pun siap jika harus berkeras untuk memaksa masuk dalam area perusahaan.

“Saya tahu ada aturan. Tapi kami bekerja juga pakai aturan. Dan saya pastikan kerja kami dilindungi Undang-Undang Tanggap Bencana. Perlu saya informasikan, COVID-19 ini termasuk bencana,” katanya.

Nofian menyebut, ada beberapa informasi bahwa salah satu perusahaan tambang batu bara di daerah Teluk Bayur, kurang kooperatif dalam memberikan informasi perkembangan kasus terkonfirmasi COVID-19, di lingkup perusahaan.

“Itu yang menjadi Target Operasi (TO) saya. Saya dapat informasi bahwa itu perusahaan sedang kejar target, jadi walaupun karyawan itu positif COVID-19, tapi tidak bergejala masih boleh bekerja,” ungkapnya.

“Saya bingung, apakah mereka (perusahaan) nunggu karyawannya bengek dulu baru melaporkan,” pungkasnya.

SMJ Diduga Menutupi Kasus Lagi

Baru-baru ini, Disway Berau-Kaltara mendapat informasi dari seseorang yang enggan disebutkan namanya, masih ada orang positif COVID-19 di PT SMJ.

Yang dimaksud, dari department safety PT SMJ bernama Sopar Simbolon, terkonfirmasi positif COVID-19.

Sopar Simbolon dinyatakan positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) di Klinik Tirta Medical Center.

“Itu supervisor HSCE PT SMJ. Dan sekarang sudah karantina di Cantika Swara,” ungkapnya.

Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, Tuty Handayani, membenarkan ada pasien positif atas nama Sopar Simbolon. Namun, saat dihubungi pihaknya, yang bersangkutan tidak mengaku dari PT SMJ.

“Tadi telepon orangnya, katanya lain (SMJ),” ungkapnya.

Sementara itu, HRD & CSR Manager PT SMJ, Nency mengakui, bahwa Sopar Simbolon adalah karyawan SMJ di bagian safety.

Nancy menyebut, yang bersangkutan bukan termasuk dari klaster PT SMJ. Karena, memang memiliki kontak dengan karyawan perusahaan blasting yang positif COVID-19.

“Jadi memang ada orang di perusahaan Dahana positif COVID-19. Karena Sopar itu bagian safety, makanya mereka ada kontak. Karena, untuk blasting kan harus ada pengawasan dari safety,” ungkapnya.

Diakuinya, sudah melaporkan hal tersebut ke Satgas COVID-19. Dan saat ini pun Sopar sudah ditangani oleh tenaga kesehatan di Cantika Swara.

Sementara saat ditanya, beberapa nama seperti Khan Ukas, Sunaryo dan Tessa juga positif dari SMJ, dirinya mengaku belum mengetahui apakah tiga nama itu adalah karyawan PT SMJ.

“Nanti saya kabari ya, saya juga belum dapat laporan,” tandasnya.*/fst/app

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply