Perempuan Dituntut Mandiri dan Menambah Peran

Saat ini, kiprah perempuan semakin luas. Perempuan tak hanya dituntut mengurus persoalan domestik. Tetapi juga punya peran yang besar terhadap lingkungan sosial masyarakat. Eksistensi perempuan pun, sudah tak bisa dipandang sebelah mata. Termasuk dalam karir politik sekali pun.

Hal itu, disampaikan Ismiati. Salah satu tokoh perempuan Kaltim. Yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) provinsi.

“Regulasi juga mendukung kiprah perempuan. Ada ketentuan pemerintah, yang mengatur keterlibatan perempuan dalam suatu lembaga politik. Kita tak perlu meragukan lagi,” ujarnya. Saat menjadi bintang tamu dalam talk show Ngopi Sore: Ngobrol Pintar dan Inspiratif dengan tema wanita dan keluarga. Bertempat di Private Dining Room Aston Samarinda Hotel and Convention Center. Kamis (18/2/2021).

Acara ini merupakan agenda diskusi mingguan yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim. Bekerja sama dengan Disway Kaltim dan nomorsatukaltim.com.

Ismi, tak setuju dengan stigma yang menyebut, bahwa tugas perempuan hanya di rumah saja. Perempuan, juga memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki. Dalam mengejar impian dan karir. Tanpa  mengabaikan perannya sebagai ibu rumah tangga. Baginya, keduanya harus seimbang dan seirama.

Perempuan, yang sudah terbiasa mengurus urusan rumah tangga. Justru akan semakin baik dalam berkarir. Karena sudah terbiasa bertanggung jawab dan mengurus banyak pekerjaan.

Ia sedikit berbagi kisah, dalam menjalankan perannya. Sebagai seorang kepala dinas. Sekaligus seorang istri dan ibu rumah tangga. Selepas pulang kantor, ia mengaku sering mampir ke pasar tradisional. Untuk membeli bahan makanan. Untuk bekal memasak di rumah.

“Saya ke pasar dan masak sendiri. Saya juga lebih memilih belanja di pasar tradisional ketimbang swalayan. Untuk menghidupkan ekonomi masyarakat,” ujar ibu 4 anak ini. Kesibukan, tak membuatnya sedikit pun melupakan peran sebagai seorang ibu.

Hal serupa, juga dilakukan Ferry Liong. Sebagai seorang pengusaha dan wanita karir. Ia mengaku, keluarga tetap menjadi prioritas utama dalam hidupnya.

“Karena pada hakikatnya, wanita itu adalah penolong. Kita adalah penolong untuk suami dan anak-anak kita,” ujar Ferry.

Ia juga percaya, bahwa seorang wanita harus menjadi teladan. Baik dalam rumah tangga. Mau pun dalam dunia kerja. Sehingga, seorang wanita harus bekerja keras dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan. Yang paling esensial. Wanita harus punya visi yang kuat. Karena dengan visi itulah yang membuat wanita maju. “Kalau kita maju, semua bisa terbantu,” sambungnya.

Kondisi pandemi COVID-19 baginya bukan suatu alasan untuk mengurangi beban kerja. Sebaliknya, pandemi menjadi kesempatan dan momentum untuk belajar dan berjuang lebih keras. Baginya, pandemi menjadi ajang pelatihan. Untuk menjadi lebih aware dalam segala hal. Terutama dalam hal menjaga kebersihan, dan kesehatan.

Bagi Ferry pribadi, pandemi COVID-19 memberikan manfaat besar bagi dirinya. Ia yang sebelumnya tidak bisa memasak. Kini menjadi mahir dalam urusan dapur.

“Selama pandemi, ada dititik yang takut keluar rumah. Jadi harus belajar masak,” ucap ibu 3 anak ini.

Ia mengaku kini lebih sering memasakkan menu makanan bagi keluarga. Ketimbang, memesan makanan pesan antar. Menu  favoritnya adalah masakan nusantara karena memiliki bumbu rempah yang khas. Seperti rawon, soto betawi, sop tangkar tulang sapi, dan masih banyak lagi.

Kondisi pandemi juga membuatnya lebih selektif dalam memilih bahan makanan yang sehat dan segar.  “Saya belajar bagaimana memilih ikan segar. Sebelumnya tidak punya ilmu itu.

Pandemi menjadi kesempatan menambah pengetahuan,” terangnya.  Terakhir, ia berpesan. Wanita tak harus menjadi sehebat laki-laki. Karena hidup bukan sebuah kompetisi. Wanita hanya perlu menyelesaikan dengan baik. Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. (krv/yos)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply