Berangkat Melaut, Nelayan PPU Ditemukan Meninggal

PPU, nomorsatukaltim.com – Berangkat melaut Kamis (18/2/2021), nelayan di Penajam Paser Utara (PPU) ditemukan meninggal dunia, Jumat, (19/2/2021). Ia bernama Muhammad Zainal (25). Jasadnya ditemukan tim SAR sekira pukul 10.00 Wita. Sehari setelah ia dilaporkan hilang saat mencari ikan di laut.

Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU menemukan jasadnya di tempat biasa ia melempar jala ikan. Lokasinya terletak sekira satu mil dari darat. Dan berdekatan lokasi rig pengeboran PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT).

“Kini jasad korban disemayamkan ke rumah duka,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD PPU, Nurlaila.

Dia menjelaskan, Zainal bertolak dari Sungai Sesumpu seorang diri. Menggunakan kapal miliknya. Arahnya ke area rig milik PHKT, sekitar perairan Kelurahan Nenang dan Kelurahan Kampung Baru. Berjarak kurang lebih 1 mil dari bibir pantai.

Korban biasanya berangkat pukul 07.00 Wita dan pulang kembali ke Dermaga Sesumpu pukul 13.00 Wita. Namun pada Kamis lalu, korban tidak kunjung kembali.

“Jembatan Sesumpu tempat biasa korban menyandarkan kapal dan menjual hasil tangkapan ke salah seorang warga di sana, Tajudin namanya,” ucap dia.

Dari awal, Tajudin ini yang mulai menyadari. Ia curiga dengan perbedaan kebiasaan ini. Lalu ia menginisiasi beberapa rekan korban untuk melakukan pencarian sekira pukul 15.00 Wita. Berangkatlah sembilan kapal nelayan. Barulah tim SAR dan BPBD PPU menyusul pencarian.

Di lokasi itu, sekira pukul 17.00 Wita kapal korban ditemukan. Seorang nelayan melihatnya tanpa ada Zainal di atasnya. Lokasinya cukup jauh dari area biasa Zainal mencari ikan. Kapal korban lantas ditarik ke daerah Sungai Sesumpu. Pencarian dilanjutkan ke sekitar kapal ditemukan. Namun nihil. Pencarian pada hari pertama dihentikan.

Pencarian dilanjutkan Jumat pagi-pagi. Bersama sekira 20 kapal nelayan. Ditambah kapal milik Dinas Perhubungan Balikpapan, Satpol Air Polresta Balikpapan, Satpol Air Polres PPU, dan Pos Angkatan Laut PPU. Pencarian dilakukan dengan area pencarian radius 2 mil.

Sekira pukul 9.30 Wita, salah seorang nelayan yang ikut mencari, Aliyas menemukan jasadnya. Dengan keadaan setengah terapung. Kemungkinan ia tergelincir dari kapal dan kehilangan kesadaran. Jasad lalu dievakuasi oleh tim dan dibawa ke rumah duka.

“Terima kasih kepada para warga, sudah bekerja sama dengan luar biasa. Kita memang sangat membutuhkan tenaga masyarakat dalam setiap pencairannya,” pungkas Nurlaila. (rsy/zul)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply