Wisata Mangrove Butuh Rp 1 Miliar

TANJUNG REDEB, DISWAY – Tepian Sambaliung dijadikan wisata mangrove. Namanya, Jamban Perangat Sambaliung. Panjangnya 150 meter, telah dibangun jembatan 45 meter. Dengan anggaran Rp 150 juta. Dari APBD Berau 2020.

Itu belum cukup. Menurut Lurah Sambaliung, Didi Mulyadi, butuh dana sekira Rp 1 miliar. Untuk lanjutan pembangunan jembatan. Juga pembenahan sepanjang tepian Sambaliung. Seperti membuat gazebo, Dermaga Keraton Sambaling, dan taman.

Fasilitas itu, selain mempercatik, juga memberdayakan masyarakat. Khususnya pedagang rombong sepanjang tepian. Sehingga masyarakat yang akan berjualan akan tertata.

“Sebelumnya pedagang yang menggunakan rombong hanya 4 orang. Sekarang sudah 40 pedagang yang berminat. Sebagian besar masyarakat sekitar mangrove,” ujar Didi, Senin (8/2).

Pedagang itu, sebutnya, akan beraktivitas total setelah peresmian. Meski belum ada jadwal. Karena pandemik COVID-19 belum mereda.

“Peresmian untuk memperkenalkan Jamban Parangat Sambaliung secara luas. Mempromosikan dengan melibatkan dinas terkait. Seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau,” ungkapnya.

Jamban Perangat Sambaliung, tambah Didi, bisa menjadi destinasi wisata. Lokasi yang dekat dari ibukota kabupaten, akan menjadi pilihan. Apalagi bila penataan sudah rampung. (DEW)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply