Perkebunan Tunjang Ekonomis Masyarakat

TANJUNG REDEB, DISWAY –  Sektor perkebunan masih primadona dikembangkan di Kalimantan Timur (Kaltim), termasuk Kabupaten Berau. Bahkan, menjadi penyanggah ekonomi masyarakat.

Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Berau, Iwan Ardani mengatakan, ada lima komoditas unggulan yang dikembangkan Bumi Batiwakkal, yakni kelapa sawit, kelapa dalam, karet, lada dan kakao. Dengan total luasan pengembangan 14.631.434 hektare.

Dari kelima sektor unggulan itu, kata dia, sektor perkebunan mendominasi dengan luasan 135.090,76 hektare yang tersebar di 11 kecamatan. Lalu karet 4.586.36 hektare, lada 2.568,50 hektare, kelapa dalam 2.443,17 hektare dan kakao 1.625,55 hektar.

“Kami terus memonitoring perkembangan dan pengupayakan perluasan lahan perkebunan,” ujarnya kepada Disway Berau, Senin (8/2).

Lanjutnya, luasan lahan perkebunan tentunya dibarengi dengan hasil yang melimpah. Seperti perkebunan kelapa sawit mampu memproduksi 2.014.320 ton per tahun. Sedangkan lada 1.066.541 ton, kelapa dalam 4.747.67 ton, karet 205.380 ton dan kakao 680.32 ton per tahun.

“Tapi, perkebunan kakao jadi perhatian kami saat ini yang harus dikembangkan lagi. Karena kakao Berau memiliki ciri khasnya, rasa jahe. Ada nilai jual tambah pada komoditas itu,” bebernya.

Selain lima unggulan perkebunan tersebut, ada beberapa komoditas yang akan dikembangkan. Seperti kopi dengan luas 87.50 hektare dengan produksi 14,56 ton per tahun, pala 304 hektare dengan produksi 1.325 ton dan kemiri luasnya hanya 5 hektar dengan produksi sekira 3.410 ton per tahun.

“Karena perkebunan diyakini pendongkrak ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Selain menjadi penujang perekonomian, dengan keragaman komoditas perkebunan di Kabupaten Berau akan saling menunjang dalam persaingan pasar.“Jika salah satu komoditas mengalami penurunan, komoditas lain dapat menutupi. Atau menjadi alternatif,” pungkasnya. *DEW/JUN

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply