Mulai Benahi Pariwisata

Potensi Perlu Diidentifikasi, Baru Promosi

PPU, Nomorsatukaltim.com – Pariwisata di Benuo Taka mulai berbenah. Diantaranya dengan mengidentifikasi destinasi wisata yang ada.

Program itu dimulai oleh Tim Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (P2KPM) PPU. Tenaga Ahli Bupati PPU Sunarto Sastrowardojo bersama tim sudah melakukan pertemuan. Dengan pihak terkait. Untuk mengidentifikasi potensi pariwisata.

Sunarto menjelaskan hal itu sangat perlu dilakukan. Hasil identifikasi dan pendataan tiap objek wisata itu nantinya akan menjadi bank data. “Jadi dikumpulkan dari semua desa/kelurahan. Lalu akan menjadi bank data sebagai pijakan dalam pengembangan pariwisata ke depan,” ujarnya, Rabu (10/2).

Data itu akan dikemas dalam bentuk dokumen awal. Selanjutnya untuk mengembangkan sektor pariwisata yang terpadu. Yang terintegrasi dan berkelanjutan. Pihak terlibat dalam pertemuan itu di antaranya para aparatur desa. Lalu ada Masyarakat Peduli Pariwisata (Masata), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Mereka ini yang menelurkan beberapa matrik untuk pendataan per destinasi wisata.

Matrik itu nantinya akan disebar mulai ke semua pendamping desa/kelurahan Program P2KPM PPU. Yang ada di tiap wilayah. “Kami punya pasukan (pendamping) di tiap desa/kelurahan, sehingga dalam melakukan pendataan dan identifikasi bisa cepat, tepat, serta akurat,” sebutnya.

Bekerja sama dengan pihak terkait di desa/kelurahan, pendamping itu akan mengisi matrik. Yang dilanjutkan dengan melakukan pertemuan bersama Dinas Pariwisata. Kemudian dari laporan hasil pendataan tersebut disampaikan ke Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud (AGM). Selaku pengambil kebijakan.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang Tenaga Ahli, lantai dua Kantor Bupati PPU ini setidaknya terdapat sembilan matrik yang disepakati. Masing-masing matrik terdapat 7-10 nomor yang harus diisi oleh Pendamping Program P2KPM PPU. Sembilan matrik itu adalah tentang destinasi, pengunjung, pemanfaat, pendapatan, status, interkoneksi, amenitas dan matrik rencana pengembangan destinasi wisata.

“Target kami minimal ada lima objek yang bisa dikembangkan dari hasil identifikasi dan pendataan ini. Yakni objek wisata yang mewakili pedalaman, pesisir, agrowisata, budaya, dan ekowisata,” tuntas Sunarto. (rsy/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply