Ketua DPRD PPU: Masyarakat Jangan Takut Divaksin

PPU, nomorsatukaltim.com – Kick-off pencanangan vaksin di Penajam Paser Utara (PPU) sudah dimulai. Tanda proses vaksinasi dengan skala yang lebih besar dijalankan.

Memang, saat ini baru tahap pertama. Di mana dosis yang disediakan pemerintah baru diperuntukkan ke nakes dan tokoh publik saja. Tapi beberapa bulan ke depan, yakinlah Vaksinasi menyasar pada masyarakat secara umum.

Namun begitu, di berbagai daerah masih terdengar suara penolakan. Dari mereka yang tak mau divaksin. Menolak, dengan segala alasan. Ada yang takut karena tidak klinis. Takut jadi lumpuh. Juga ada yang takut karena asal vaksinnya dari Cina.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD PPU Jhon Kenedy. menjamin. Bahwa vaksin Sinovac yang diadakan pemerintah ini aman.

“Kita sudah melihat, para pejabat sudah divaksin. Bahwa vaksin ini sangat baik untuk menangkal virus corona. Jadi, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mau divaksin,” ujarnya, Selasa, (2/2/2021).

Namun sayang. Ia termasuk jajaran tokoh masyarakat yang absen divaksin. Ia punya komorbid. Meski ingin, ia tidak bisa menerima. Itu sudah protokolnya.

Jhon menjelaskan, sudah dari beberapa waktu ia mendengar adanya penolakan itu. Hal itu, katanya, hanya karena kurangnya pemahaman terhadap program pemerintah semata.

Padahal, lanjutnya, pemerintah sudah sering diasosiasikan. Dan jelas, tak mungkin pemerintah mau mencelakai rakyatnya.

“Jadi masyarakat tidak perlu takut, vaksin ini sangat membantu kekebalan tubuh manusia. Juga membantu situasi masyarakat kembali normal seperti sedia kala,” bener Jhon.

Lebih lanjut, hal yang perlu dicermati ialah protokol kesehatan (prokes). Vaksin ini bekerja selama 6 bulan, baru kekebalan tubuh terbentuk untuk menangkal COVID-19.

Oleh karena itu, selama beberapa waktu ke depan, masyarakat tetap harus mengedepankan 3M. “Bukan sekarang divaksin, besok langsung kuat. Jadi kemungkinan terpapar masih ada, jika tidak menjaga prokes,” sebutnya.

Hal ini turut ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU, dr Jansje Grace Makisurat. Bahwa selama proses vaksinasi berjalan, masyarakat harus tetap patuh.

Yang mau dituju ialah herd immunity masyarakat. “Jadi yang harus dicapai itu, 70 persen dari populasi masyarakat di PPU sudah kebal terhadap COVID-19. Setelah tercapai, baru kemungkinan masyarakat bisa kembali normal,” tutup dia. (rsy/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply