alexa
  • disway
  • pemkab ppu
  • dprd ppu
  • pemprov
  • ngopi

Uang Hasil Jual Mobil Dipakai Judi dan Bigo Live, Mantan Sopir Istri Kapolres Samarinda Divonis 2,5 Tahun Bui

SAMARINDA, nomorsatukaltim.com – Mahdianor, terdakwa kasus penggelapan mobil milik istri mantan Kapolresta Samarinda Kombespol Vendra Riviyanto, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah oleh majelis hakim. Dalam persidangan yang digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Rabu (3/2/2021) siang.

Terdakwa dengan nomor perkara 912/Pid.B/2020/PN Smr itu, dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang pidana penggelapan, dalam dakwaan kesatu. Dengan dijatuhi hukuman pidana berupa kurungan penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Majelis hakim yang diketuai Joni Kondolele didampingi hakim anggota Abdul Rahman Karim dan Deki Velix Wagiju, kembali membacakan perkara yang menjerat terdakwa. Disebutkan, kasus ini bermula Sabtu (15/8/2020) lalu, pukul 12.00 Wita.

Kala itu, terdakwa dihubungi oleh istri dari Kombespol Vendra Riviyanto, Fitriyanti Rahayu. Kepada terdakwa, mantan ketua Bhayangkari Cabang Samarinda itu meminta tolong untuk menjualkan mobil jenis Toyota Fortuner warna hitam nomor polisi (nopol) KT 1118 IV miliknya.

Disampaikan, terdakwa adalah mantan sopir pribadi korban. Selama sang suami bertugas sebagai orang nomor satu di Mapolresta Samarinda. Atas dasar saling kenal itulah, korban lalu memberi kepercayaan kepada terdakwa, untuk menjualkan mobil miliknya. Terdakwa pun menyanggupi permintaan korban.

Selang beberapa waktu kemudian, terdakwa kembali menghubungi mantan bosnya itu. Dia menyampaikan, ada seseorang yang berminat membeli mobil milik Fitriyanti. Namun, dengan syarat ingin melihat kondisi mobil tersebut terlebih dahulu.

disway

Selanjutnya, terdakwa pun diminta korban untuk mengambil mobil yang akan dijual tersebut dari saksi bernama Bagas Herlambang. Disampaikan pula, sejak sang suami pindah tugas di Polda Kalsel, korban menitipkan mobilnya tersebut kepada Bagas.

Setelahnya, terdakwa kemudian mengambil mobil beserta Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB)-nya dari saksi Bagas. Tepatnya Rabu (9/9/2020) sore, sekitar pukul 18.00 Wita di Jalan Syahrani Dahlan, Perum PIMA, Blok H 23, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Seberang, terdakwa menjual mobil tersebut kepada Gunawan Andi Aulia seharga Rp 275 juta.

Namun pembayarannya dilakukan secara bertahap. Saat pembayaran pertama, Gunawan memberikan uang tunai sebesar Rp 135,5 juta kepada terdakwa. Keesokan harinya, tepatnya pada Kamis (10/9/2020) lalu, Gunawan mentransfer sisa uang pembayaran sebesar Rp 139,5 juta ke rekening milik terdakwa.

Dengan demikian, pembayaran mobil pun telah lunas dibayarkan oleh si pembeli. Namun uang yang telah dipegang terdakwa, tidak langsung diberikan kepada Istri Kombespol Vendra Riviyanto tersebut. Bahkan Fitriyanti tidak mengetahui kalau mobil miliknya telah laku terjual.

Selang sepuluh hari kemudian, tepatnya Sabtu (19/9/2020) lalu, Fitriyanti mengetahui kalau mobil miliknya itu telah dijual oleh terdakwa. Bahkan uang pembayaran atas penjualan mobil itu telah habis digunakan terdakwa. Tanpa sepersenpun diserahkan terdakwa kepadanya.

“Hal ini bertentangan dengan maksud dan kehendak Fitriyanti, bahwa seharusnya terdakwa menyampaikan kepada saksi korban. Bahwa mobil sudah terjual dan seharusnya menyerahkan uang pembayaran atas penjualan mobil tersebut. Sehingga saksi Fitriyanti telah dirugikan terdakwa senilai Rp275 juta,” ucap ketua majelis hakim ketika membacakan amar putusannya.

Terungkap pula di dalam persidangan, uang hasil penjualan mobil tersebut, telah habis digunakan terdakwa untuk bermain judi online dan menyawer di aplikasi Bigo Live. Selain itu, sebagian uang juga dipinjamkan kepada teman-temannya, dan untuk keperluan sehari-hari, serta membeli ponsel iPhone 11. Uang hasil penjualan itu hanya tersisa Rp 3,4 juta.

Atas perbuatannya itu, majelis hakim menyatakan terdakwa Mahdianor terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Mahdianor Bin Badaruddin dengan pidana penjara selama 2 tahun dan 6 bulan, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” bunyi vonis ketua majelis hakim dalam amar putusannya.

Hukuman yang dijatuhkan majelis hakim ini sama besarnya dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwinanto Agung Wibowo dari Kejaksaan Negeri Samarinda. Dengan hukuman selama 2 tahun 6 bulan, pada sidang sebelumnya.

Selanjutnya, majelis hakim juga menyatakan barang bukti berupa Rp 3,4 juta dan 1 buah ponsel iPhone 11 warna merah, agar dikembalikan kepada korban. Serta menetapkan agar terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

Terhadap putusan majelis hakim tersebut, terdakwa yang disidang secara virtual dari Rutan Samarinda menyatakan menerima. Begitu pula dengan JPU, yang turut menyatakan menerima.

“Sama-sama terima,” singkat JPU Dwinanto ketika dikonfirmasi usai persidangan. (aaa/zul)

Simak video terbaru dari Nomor Satu Kaltim:

1 Komentar

  1. INILAH DAMPAK DARI BEBASNYA JUDI ONLINE DI BIGO LIVE INDONESIA
    HAL TERSEBUT SUDAH SAYA MENYURATI SECARA TERTULIS KE KOMINFO DAN CYBER RESERSE ATAS DAMPAK JUDI GAME ONLINE DI BIGO LIVE INDONESIA,ATAS KEPRIHATINAN KAMI SELAKU ANAK BAMGSA,TETAPI HINGGA SAAT INI TIDAK ADA TANGGAPAN APA APA, DENGAN JUDUL MATERI SBB:
    MARAKNYA JUDI ONLINE GAME YUMMY DAN GREEDY DI APLIKASI BIGO LIVE INDONESIA

    MARAKNYA JUDI GAME ONLINE YUMMY DAN GREEDY YANG BEGITU DI APLIKASI BIGO LIVE INDONESIA SESUAI PADA TESTIMONIUM DE AUDITU DARI KAMI SELAKU SUBJEK YANG MELIHAT MENDENGAR DAN MENGALAMI SENDIRI, BANYAK SEKALI TERJADI PENYIMPANGAN MAUPUN PELANGGARAN APLIKASI LIVE STREAMING BIGO LIVE INDONESIA YANG DI TAYANGKAN SELAMA INI, DI ANTARANYA YAITU LIVE JUDI GAME ONLINE YANG DI NAMAKAN YUMMY, GREEDY, DAN JUGA GAME JUDI SLOT YANG SEDANG MARAK DAN SANGAT DI GEMARI OLEH PENGGUNA APLIKASI INI DI APLIKASI BIGO LIVE STREAMING INDONESIA, DIMANA GAME JUDI ONLINE TERSEBUT DI SEDIAKAN OLEH PELAKU USAHA BIGO LIVE INDONESIA DAN SANGAT DI GEMARI DAN BEBAS DI MAINKAN OLEH PENGGUNA/KONSUMEN SECARA TERANG-TERANGAN DENGAN TAMPILAN LIVE TANPA ADA TINDAKAN JUGA SANKSI BAIK DARI PELAKU USAHA MAUPUN INSTANSI TERKAIT/BERWENANG YANG MENURUT KAMI GAME JUDI ONLINE TERSEBUT SANGATLAH BERDAMPAK NEGATIF, BURUK DAN ATAU BERDAMPAK TIDAK BAIK BAGI GENERASI BANGSA INI. DAN SUDAH AKAN TIMBUL DAMPAK NEGATIF YANG SANGAT BESAR BAIK PENGGUNA/PEMAIN BAHKAN YANG MENONTON TAYANGAN JUDI ONLINE TERSEBUT. DAMPAK DARI GAME TERSEBUT AKAN MENIMBULKAN AKIBAT ATAU DAMPAK DI ANTARANYA YAITU, SEMAKIN TINGGI TINGKAT KRIMINALITAS TENTUNYA DI NEGERI INI, DAN KAMI SELAKU GENERASI ANAK BANGSA INGIN MENGETAHUI DARI INSTANSI YANG MENGELURKAN IJIN YAITU KOMINFO SENDIRI DENGAN DASAR KAMI YAITU UNDANG-UNDANG KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK, APAKAH IJIN RUJUKAN APLIKASI TERSEBUT IJIN RUJUKAN NYA UNTUK LIVE STREAMING ATAUKAH ADA IJIN UNTUK JUDI GAME ONLINE, KARENA GAME JUDI ONLINE TERSEBUT MENURUT KAMI SUDAH TENTU BERTENTANGAN DENGAN KUHpidana MAUPUN KETENTUAN UU ITE KARENA DI TAYANGKAN SECARA BEBAS DAN SECARA LIVE OLEH PENGGUNA KONSUMEN MAUPUN PELAKU PENGGUNA APLIKASI TERSEBUT, DIMANA PADA SAAT GAME JUDI TERSEBUT DI MAINKAN OLEH PENGGUNA/PEMAIN, WAJIB DAN HARUS MEMILIKI DIAMOND TERLEBIH DAHULU UNTUK MEMUTAR MEMAINKAN GAME YANG DI MAKSUD, DENGAN NILAI DIAMOND YANG BEGITU BANYAK DARI NOMINAL RP10RIBU HINGGA RATUSAN BAHKAN MILYARAN RUPIAH SEKALI MAIN/HARI. DAN DIAMOND TERSEBUT DI DAPATKAN DENGAN CARA PEMBELIAN MELALUI RESELLER YANG TERSEDIA DI APLIKASI TERSEBUT, PEMBELIAN MELALUI CARA TRANSAKSI TRANSVER BISA JUGA DI DAPATKAN DENGAN CARA EXCHANGE ATAU PENUKARAN BEANS PADA AKUN PENGGUNA PEMAIN TERSEBUT. DEMIKIAN ATAS PENGADUAN KAMI DEMI UNTUK MENYELAMATKAN GENERASI BANGSA DAN KEBAIKAN KITA BERSAMA DAN DALAM MENEKAN ANGKA KRIMINALITAS DAN BERSAMA SAMA MEMBANTU INSTANSI MAUPUN APARAT TERKAIT DALAM MENEKAN TINDAKAN KRIMINALITAS DI NEGARA TERCINTA INI.APALAGI DENGAN KONDISI PANDEMI SAAR INI YANG BEGITU MEMPRIHATINKAN AKAN BERDAMPAK BAGI PARA PECANDU JUDI ONLINE MEREKA AKAN MENGHALALKAN SEGALA CARA AGAR BISA BERMAIN GAME TSB, Terima kasih ANAK BANGSA.

Leave A Reply