Tidak Patut Dicontoh, Masih Ada yang Buang Sampah di Sungai Mahakam

Mahulu, nomorsatukaltim.com – Warga Kampung Ujoh Bilang, Long Bagun, resah. Sampah bertengger di tepi Sungai Mahakam. Kondisi tersebut dianggap merusak pemandangan. Dan kebersihan kampung.

“Saya sendiri melihat, terbanyak di tepi Sungai Mahakam dekat bantaran di kawasan pasar Ujoh Bilang,” kata Simon (46) salah satu warga. Ia menyebut hal itu merusak pemandangan mata. Bahkan mengotori Sungai Mahakam. “Kami minta pemerintah kampung, terutama Ketua Rukun Tetangga (RT) segera bertindak,” harapnya.

Begitu pula dipaparkan puluhan warga Ujoh Bilang lainnya. “Sudah ada kotak (bak) sampah. Tapi masih saja dibuang di tepi Mahakam. Kami berharap pemerintah kampung dan juga dari dinas terkait turun ke lapangan,” ungkap Heron (36) salah satu warga lainnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mahulu, Solman turut menyayangkan. Tapi urusan sampah, DLH juga punya tanggung jawab sendiri. “Sampah rumah tangga dalam kampung, itu kewenangan pemerintah kampung. Kewenangan DLH mengambil sampah yang yang tersedia di dalam bak sampah yang didalam ibukota Ujoh Bilang,” beber Solman.

Ia menyebut sampah yang tercecer atau sengaja dibuang ke bantar Sungai Mahakam di Ujoh Bilang, maka menjadi kewenangan Kampung Ujoh Bilang. “Setahu saya sudah ada pertemuan bersama. Pak Petinggi Ujoh Bilang sudah perintahkan kepada para ketua RT agar mengimbau masyarakatnya,” tutup Solman.

Sementara itu Petinggi (Kepala Desa) Ujoh Bilang, Kelemen Ajang mengaku sudah mengimbau warganya. Agar tidak membuang sampah rumah tangga ke Sungai Mahakam.
“Sudah beberapa kali pertemuan bersama. Bahkan saya sudah instruksikan melalui Ketua RT, agar masyarakat patuh dalam membuang sampah di bak yang tersedia,” urainya.

Kelemen Ajang mengungkapkan segera menyusun Peraturan Kampung (Perkam) terkait masalah sampah ini. Nanti di dalamnya akan mengatur mengenai sanksi. Hal itu dimaksudkan agar masyarakat tertib dalam membuang sampah.“Iya, akan segera disusun Perkam Sampah itu oleh pemerintah kampung. Harus memberi efek jera,” kata Kelemen.
“Selama ini sudah ada bak Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah tersedia. Kenapa sampah rumah tangga sendiri harus dibuang di sembarang tempat,” tandasnya. (imy/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply