Ketua DPRD Kutim: Harus Dibawa Santai Saat Divaksin

Kutim, nomorsatukaltim.com – Ketua DPRD Kutim, Joni merupakan salah satu pejabat yang diminta melakukan suntik vaksin perdana. Namun saat diminta maju dirinya dinyatakan tak bisa divaksin. Karena tekanan darah yang tinggi.

Rupanya hal itu karena dirinya sempat tegang karena jadi orang yang pertama. Apalagi beberapa hari sebelumnya ia sempat memeriksa tekanan darahnya. Tekanan darah saat itu terbilang normal sehingga dirinya siap untuk divaksin. “Waktu saya periksa tekanan darah 120/89 mm Hg. Tapi entah kenapa saat pemeriksaan awal tadi tekanan jadi naik. Angkanya jadi 153/97 mm Hg,” ucap Joni.

Setelah itu ia diminta beristirahat oleh tenaga kesehatan yang bertugas. Sambil bersantai selama 30 menit dan diberi asupan buah. Alhasil, tekanan darah jadi turun dan bisa divaksin. Efek samping pasca disuntik vaksin pun tak dirasakan legislator dari Partai Persatuan Pembangunan itu. “Ya mungkin karena tegang. Karena jadi orang pertama. Tapi pasca itu akhirnya biasa saja,” paparnya.

Bahkan dirinya tak merasakan apapun ketika jarum suntik menembus otot tangan kirinya. Begitu pula pasca divaksin, tidak ia rasakan efek apapun. Sambil bercengkrama dengan vaksinator lain dirinya santai menunggu hasil observasi. “Biasa saja, tidak terasa apapun. Mungkin karena dibawa santai,” tuturnya.

Ia pun berpesan, ke depannya vaksin akan diberikan kepada masyarakat. Maka sudah seharusnya masyarakat tidak menolaknya. Karena ini adalah upaya pemerintah untuk melawan pandemi COVID-19. “Jadi ini langkah bagus dari pemerintah. Harus didukung masyarakat. Semoga juga ada kepastian kapan vaksin untuk masyarakat diberikan,” tandasnya. (bct)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply