Sapi Berkurang, Kerbau Bertambah

TANJUNG REDEB, DISWAY – Populasi ternak di Berau ada berkurang dan bertambah. Sapi misalnya. Populasi di 2020 sebanyak 15.210 ekor, berkurang 30 ekor dari 2019 yang jumlahnya 15.240 ekor.

Berbeda dengan kerbau. Tahun 2020 sebanyak 772 ekor, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 713 ekor. Yang juga berkurang adalah kambing. Dari 15.713 ekor menjadi 14.407 ekor. Demikian halnya dengan babi. Turun dari 3.329 ekor menjadi 3.082 ekor.

“Ayam Buras dari 281.108 ekor pada 2019 menjadi 266.258 ekor pada tahun 2020. Populasi yang paling banyak berkurang adalah ayam pedaging yang sebelumnya 2.976.904 ekor, kini 2.488.546 ekor,” ungkap Kasi Bina Usaha, Promosi dan Pemasaran Hasil Peternakan, Widodo.

Namun populasi itu, katanya, cukup hingga tiga tahun ke depan. Apalagi pihaknya juga tetap mendatangkan dari luar daerah. “Beberapa pengusaha memasukan khusus dipotong,” ujarnya kepada Disway Berau, Kamis (28/1).

Widodo mengaku, Talisayan dan Sambaliung populasi ternak terbanyak. Populasi ternak sapi di Talisayan 2.903 ekor, Sambaliung 2.573 ekor, Kelay 132 ekor, Tabalar 853 ekor, Biduk-Biduk 1.272 ekor dan Pulau Derawan 26 ekor.

Lalu Tanjung Redeb 362 ekor, Gunung Tabur 1.435 ekor, Segah 1.191 ekor, Teluk Bayur 1.876 ekor, Batu Putih 1.079 ekor, dan Biatan 1.508 ekor.

“Untuk ternak potong yang masuk dari Sulawesi sebanyak 1.478 ekor,” sebutnya.

Untuk meningkatkan populasi, tambah Widodo, dimaksimalkan, pengembangan usaha sapi, kambing dan jagung Pusaka Agung. Yang launching 2 tahun lalu di Batu Putih, Talisayan, dan Biatan. Salah satu programnya, melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan. (DEW)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply