Partai Pengusung Rahmad Mas’ud-Thohari Aziz Punya Peluang

BALIKPAPAN, nomorsatukaltim.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan, Noor Thoha menyatakan pengganti Thohari Aziz sebagai Wakil Wali Kota Balikpapan, tidak otomatis jatuh ke PDI Perjuangan. Pernyataan itu diungkapkan Thoha, merujuk UU Nomor 10 Tahun 2016.

“Apakah secara otomatis dari parpol A, lalu harus parpol A (penggantinya)? Tergantung koalisi mereka bermusyawarah,” ujar Thoha.

Baca juga: Nama Risti Utami Dewi Mencuat untuk Gantikan Thohari Aziz

Pasal 176 UU No 10/2016 memberi mandat kepada parpol pengusung sebagai pengusul dua nama untuk diajukan ke DPRD, selanjutnya dipilih salah satu.

Dengan demikian maka pemilihan pengganti Wawali Balikpapan dilakukan setelah pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih.

Lagi-lagi Noor Thoha mengatakan kewenangan pengganti ada pada partai-partai pengusung.  Asal tahu saja, ada 9 partai pengusung Rahmad Mas’ud – Rahmad Thohari pada Pilkada Serentak 2020 yang dimenangkan pasangan ini.

Terkait aturan ini, DPD PKS mulai buka suara. Nama Ketua DPD PKS Balikpapan, Sonhaji, disebut sangat cocok disandingkan dengan Rahmad Mas’ud.

“Memang masih ada peluang, tapi bukan berarti yang lain tidak ada peluang. Ya tetap, artinya masih ada mekanisme, petunjuk dari DPW (Dewan Pimpinan Wilayah),” ujar Sonhaji, saat dihubungi, Kamis (28/1/2021).

Sesuai aturan PKPU nomor 10/2016, dalam hal penggantian posisi calon wakil wali kota, diatur dalam pembahasan koalisi parpol-parpol pengusung. Dalam hal ini PKS adalah partai pengusung pasangan Rahmad Mas’ud – Thohari Azis.

Selain Sonhaji, kader PKS yang kini duduk di DPRD Balikpapan, Syukri Wahid juga bisa menjadi alternatif yang akan diusulkan partainya.

“Kader kita itu adalah prajurit. Siapapun yang akan ditunjuk untuk mengemban amanah, itu kita ada institusi sendiri, ada DPD, DPW, DPP. Tentunya nanti akan ada mekanisme seperti apa dan siapa yang akan diajukan sesuai kriteria-kriteria yang diharapkan,” urainya.

Meski PKS punya hak mengusulkan nama kadernya, namun ia mengakui jika perumusan nama-nama dari parpol lain akan dilakukan dalam pertemuan koalisi.

Menurutnya koalisi gotong royong yang dibangun delapan partai besar di Balikpapan punya potensi mengusulkan nama-nama atau kader terbaiknya masing-masing.

“Kalau menurut jumlah kursi, ya kita tahulah masing-masing partai koalisi ini kan punya peran dan semua berbeda-beda,” katanya.

Menurutnya yang paling penting adalah bagaimana proses pencarian sosok pengganti wakil wali kota Balikpapan sesuai kriteria koalisi.

“Artinya memang bagaimana wali kota dan wakil wali kota nantinya bisa bekerja sama optimal. Bukan masalah siapa yang menggantikan Pak Thohari. Memang penting, tapi siapa yang menggantikan Pak Thohari itu mestinya orang yang bisa membackup Pak Rahmad Mas’ud. Jadi mereka harus seiring sejalan,” imbuhnya.

Dengan pasangan yang tepat, katanya, maka mudah bagi pasangan itu untuk menyelesaikan amanah dan janji kampanye saat Pilkada Serentak 2020.

“Kalau ditanya masalah PKS apakah siap? Siap! Kalau ditanya apakah akan mengajukan nama, nanti ada mekanismenya,” tukasnya.

Ia berharap koalisi gendut pengusung RM-TH yang besar itu, bisa segera menentukan nama untuk diajukan kepada 45 wakil rakyat yang kini duduk di Sekretariat DPRD Balikpapan.

“Dan bagaimana supaya koalisi ini tetap solid,” imbuhnya. (ryn/yos)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply