Daerah Diminta Lakukan Sinkronisasi

TANJUNG REDEB, DISWAY – Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kaltim tahun 2018-2023 dibahas. Diikuti Bupati Berau, Agus Tantomo secara virtual.

Menurut Agus Tantomo, pembahasan soal perubahan. Karena pandemik COVID-19 dan calon Ibu Kota Negara (IKN). Mengharuskan perubahan strategi dan target.

Berau diminta memberi masukan. Dan melakukan sinkronisasi terhadap revisi itu. Namun penyesuaian dan sinkronisasi urusan Bupati dan Wakil Bupati Berau yang baru. Karena nantinya ia akan menyusun RPJMD,” ungkapnya, Kamis (28/1).

Agus Tantomo mengingatkan, apa yang telah disepakati dalam RPJMD. Salah satunya prioritas pembangunan pariwisata.

“Harus dibantu meningkatkan sarana dan prasarana. Sebab sering terjadi, apa yang ada di RPJMD tidak sinkron dengan anggaran,” jelasnya.

Dikatakan, setiap Gubernur Kaltim berbicara program, pariwisata diandalkan. Dan selalu menyebut Berau.
“Daerah yang memiliki objek wisata lengkap adalah Berau. Tapi faktanya, APBD provinsi untuk destinasi wisata di Berau sangat minim. Ini yang saya lihat, tidak nyambung antara RPJMD dan anggaran,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga melaporkan perkembangan pembangunan di Berau. Terkendala minimnya material pasir beberapa minggu terakhir.

Bupati menyampaikan kebijakan memberikan dispensasi aktivitas penambangan pasir untuk memenuhi material pasir.

“Sudah izin ke Gubernur Kaltim, meminta dukungan karena telah memberi kebijakan dispensasi kepada penambang pasir. Untuk tetap beraktivitas, karena belum terbitnya peraturan pelaksana izin tambang pasir dari pusat,” pungkasnya. (ZZA)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply