RS Pratama Sepaku Belum Beroperasi Karena Alasan Ini

PPU, nomorsatukaltim.com –  Pemkab PPU segera mengoperasikan Rumah Sakit  Pratama Sepaku. Targetnya April ini.

Pembangunan rumah sakit itu telah rampung sejak 2017. Namun, hingga hari ini rumah sakit tipe D tersebut belum juga difungsikan. Rencananya beroperasi 2019 lalu.

Namun, gara-gara pandemi justru terhenti. Tak pelak, Dinas Kesehatan (Diskes) PPU menjadi sorotan. Anggota DPRD PPU Daerah Pilih (Dapil) Sepaku, Bijak Ilhamdan meminta segera memaksimalkan rumah sakit itu. Alasannya karena masyarakat sudah sangat menantikannya.

“Masyarakat sudah lama menunggu-nunggu. Sudah capek selalu mendapatkan janji-janji terus dari pemerintah,” celetuknya, Rabu, (27/1/2021). Siap kesehatan itu juga sangat dibutuhkan untuk masyarakat Sepaku. Sebab untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal, masyarakat meski menempuh jarak yang lumayan jauh. “Orang lagi sakit, harus jalan jauh dulu untuk bisa mendapatkan fasilitas rumah sakit. Kan susah,” sesalnya.

Yang ada di sana, hanya puskesmas di beberapa desa. Kemudian puskesmas pembantu.

“Bagaimana kalau kondisinya darurat, pasti bermasalah. Yang jadi masalah lagi karena ini sudah terlalu lama,” tegasnya.

Rumah sakit itu sendiri dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan sebesar Rp 8,3 miliar. Diklaim infrastruktur hingga aksebilitas sudah rampung sepenuhnya. “Sampai ada yang komentar begini. Lebih baik dijadikan sarang walet saja, daripada jadikan rumah sakit,” ungkap Bijak.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU, dr Jansje Grace Makisurat menuturkan sudah mengunjungi bangunan itu, Selasa (26/1/2021) lalu. Mereka melihat secara dekat kesiapan infrastruktur di sana. Selepas itu, dia telah mengintruksikan untuk membentuk tim persiapan pengoperasian Rumah Sakit Pratama Sepaku.

“Saya sudah mengidentifikasi. Tim persiapan sudah dibentuk. Jadi April mudah-mudahan sudah bisa beroperasi,” harapnya.

Untuk urusan tenaga medisnya, semua siap. Mereka saat ini masih dipinjam-pakaikan ke puskesmas-puskesmas. Tinggal diintruksikan saja. Lagipula, kondisi pandemi ini menuntut dirinya untuk segera mengoperasikan rumah sakit itu.

“Sebenarnya perlu segera. Setidaknya untuk bisa menjadi ruang isolasi para pasien kasus COVID-19. Karena ruangan yang ada di Rumah Sakit Umum Darurat Ratu Aji Putri Botung sudah terbatas,” beber dia.

Sebenarnya ada beberapa alasan rumah sakit itu belum juga dioperasikan. Yaitu, belum adanya sambungan instalasi air. Lalu tenaga listrik cadangan belum ada. Genset misalnya. Sebagai antisipasi jika suatu waktu terjadi pemadam listrik belum tersedia.

“Kalau jaringan PLN sudah ada. Tapi ini untuk tenaga listrik cadangan. Krusial itu,” lanjut Grace.

Terakhir, adalah fasilitas-fasilitas yang masih harus kembali diperbaiki. Karena ada yang telah rusak karena lama tak digunakan. Untuk urusan jaringan air bersih, dia akan berkirim surat permintaan kepada pihak PDAM. Untuk bisa dilakukanya pemasangan sambungan pipa di Rumah Sakit Pratama.

Terkait dengan ketersediaan fasilitas generator listrik, Grace mengungkapkan akan meminta bantuan dari DPRD PPU untuk mendukung fasilitas tersebut.

“Nanti saya coba ketemu sama DPRD. Kita minta dukungan terkait fasilitas yang masih kurang-kurang. Agar bisa segera dioperasikan,” pungkas dia. (rsy/boy)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply