Jatah Pupuk Subsidi Naik

TANJUNG REDEB, DISWAY – Entri data rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) persiapan pupuk subsidi 2021 telah selesai. Jatah Berau naik 7 persen. Dari 5.492 ton di 2020 menjadi 5.918 ton di 2021.

Ada lima jenis pupuk subsidi. Yakni urea 2.150 ton, ZA 120 ton, NPK 3.260 ton, SP-36 sebanyak 106 ton dan pupuk organik 5.492 ton.

Meski meningkat, namun turun dari usulan. Yaitu urea diusul 3.159 ton, NPK 5.715 ton, ZA 439 ton. Kecuali pupuk organik meningkat sebanyak 2.634 ton.

Kepala Distanak Berau, Mustakim, Rabu (20/1) memperkirakan, pupuk subsidi mencukupi hingga musim kedua tanam padi.

Dijelaskan, perhitungan pupuk berdasarkan RDKK. Hanya saja usulan tidak sepenuhnya dikabulkan. Bahkan tahun lalu hanya 50 persen dari usulan.

Dikatakan, petani yang menerima pupuk subsidi sesuai surat keputusan Kepala Dinas Pertanian. Proses dijemput penyuluh di lapangan. Lalu bersama petani mengisi rancangan dalam satu tahun ke depan.

“Pengajuan rancangan dibatasi 6 hektare. Meskipun petani memiliki lebih dari lahan tersebut,” katanya.
Syaratnya, kata Mustakim, petani harus tergabung dalam satuan kelompok tani, NIK jelas, pembuktian lahan dengan SPPT.

“Tahun ini yang masuk RDKK lebih banyak dari sebelumnya. Tahun lalu RDKK sudah 6.000 petani,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi adanya peningkatan usulan pada RDKK. Hal itu tidak lepas dengan keikutsertaan petani dalam kartu tani yang telah dibagikan. Sejak usulan pertama program di 2018. Meski baru 50 persen atau sebanyak 3.226 kartu tani yang disalurkan.

“Diharapkan bisa meningkat tahun ini. Sehingga di 2022 kartu tani untuk penyaluran pupuk subsidi sudah 100 persen,” harapnya.

Terbatasnya pupuk subsidi yang diperoleh Berau, kata Mustakim, pihaknya memprioritaskan beberapa sentra sebagai penerima awal. Seperti di Tabalar, Buyung-buyung dan Semurut. Lalu, Labanan dan Talisayan. (RAP)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply