Innalilllahi Pak Thohari

Keganasan virus Corona merenggut Wakil Wali Kota Balikpapan terpilih, Thohari Aziz. Politisi senior Partai PDI Perjuangan itu mengembuskan napas terakhir pada Rabu (27/1/2021) di RS Pertamina Balikpapan.

nomorsatukaltim.com – Selama hampir sepekan terakhir, Thohari Aziz bergelut melawan COVID-19. Namun takdir berkata lain. Ia dinyatakan meninggal dunia pukul 17.30 Wita. Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Andi Sri Juliarty, Thohari Aziz menjalani perawatan sejak Jumat (22/1/2021) lalu.

Menurut Sekretaris DPC PDIP Balikpapan, Budiono mengatakan, kondisi koleganya itu naik turun. “Saya mewakili keluarga mohon dimaafkan jika selama hidupnya beliau pernah melakukan kesalahan,” pesannya.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi melepas secara langsung jenazah mantan wakil ketua DPRD Balikpapan ke TPU khusus KM 15 pukul 19.30 Wita.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 itu mengatakan, jika saat sakit dan terkonfirmasi positif COVID-19, almarhum meminta tidak untuk diumumkan ke publik.

“Beliau sempat berpesan kalau positif tolong jangan disampaikan. Makanya hingga kabar dia drop kami menjaga amanah itu,” ujarnya.

Rizal mengingat, Thohari Aziz ikut berperan mengantarnya menjabat sebagai wali kota Balikpapan berpasangan dengan Rahmad Mas’ud saat itu.

“Tentu rasa kehilangan dan rasa hormat saya untuk almarhum lah ya,” jelasnya.

Selama menjalani perawatan, Rizal mengaku selalu menanyakan kabar politisi senior itu.

“Saya sering komunikasi dengan keluarganya, bagaimana kesehatan beliau. Sama Kadiskes juga seperti apa perkembangannya. Tapi Allah SWT berkehendak lain,” tambahnya.

Sementara Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengaku sangat kehilangan. Sebagai politisi senior, Thohari Aziz dekat dengan masyarakat. Hal itu, menurut Rahmad, terlihat selama masa kampanye dan sosialisasi Pilkada Balikpapan 2020.

“Ini yang terbaik bagi beliau, padahal niat beliau ingin memajukan Balikpapan bersama saya,” katanya melalui pesan suara.

Rahmad awalnya mengaku tidak percaya mendengar kabar meninggalnya Thohari Aziz, karena selama ini keduanya masih saling berkomunikasi.

Sebagai salah satu bukti kedekatan Thohari Aziz dengan masyarakat ialah terpilihnya almarhum selama lebih dari tiga periode di DPRD Balikpapan. Bahkan sempat dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD, sebelum maju pilkada.

“Perjuangan beliau semata-mata untuk membangun kota Balikpapan,” kata Rahmad yang tengah berada di luar kota saat kabar duka ini diterima.

“Kita doakan kepergian almarhum, insyaallah husnul khatimah dan mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT,” sambungnya.

Innalilllahi Pak Thohari

Karangan bunga dari Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi kepada almarhum Thohari Aziz. (Andi M Hafizh/Nomor Satu Kaltim)

Dalam komunikasi terakhir antara keduanya, Rahmad mengaku saling mengingatkan untuk tetap menjaga kesehatan. Juga mengajak para kader dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Apalagi pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini harus betul-betul bisa dijalankan,” katanya.

Anggota DPRD Balikpapan, Sabaruddin Panrecalle merasakan kehilangan yang mendalam.

“Pak Thohari Aziz adalah rekan, sahabat juga teman diskusi kami di Dewan. Saya bersaksi bahwa beliau adalah orang yang baik. Dan kami di DPRD Balikpapan sangat kehilangan sosok beliau,” ujarnya.

ISTRI TERPAPAR LEBIH DULU

Ketua DPC PDI-P Balikpapan diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 sejak Jumat (15/1/2021), dua pekan lalu. Ia sempat mengeluhkan batuk, deman dan nyeri pada saat menelan makanan. Mendapat keluhan itu, Risti Dewi Utami, istri mendiang, langsung memintanya melakukan tes swab. Dan hasilnya seperti dugaan. Ia dinyatakan positif corona.

“Jadi sebelum Mas Thohari positif memang saya lebih dulu yang positif. Setelah saya sehat, Mas Thohari mengalami gejala. Dan kami minta swab,” kenang Risti Utami Dewi.

Direktur Utama Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), dr Khairuddin, menjelaskan, sejak 15 Januari tersebut, Thohari langsung menjalani perawatan.

“Istri beliau sempat dirawat, namun setelah menjalani perawatan beberapa hari berangsur sehat dan hasil swabnya negatif,” ujar Khairudddin.

Kondisi Thohari Aziz mengalami naik turun. Puncaknya pada Jumat (22/1/2021). Kondisinya semakin turun dan harus dilarikan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter, kondisi Almarhum Thohari Aziz kadar oksigennya diangka 97, bahkan sempat turun diangka 94. Dan sekitar pukul 20.00 Wita, sempat mengalami sesak nafas.

“Almarhum sempat mengeluh sesak napas, oleh petugas langsung diberi bantuan pernafasan, sempat saturasi oksigennya turun lagi di angka 90. Komorbidnya diabetes,” jelasnya.

Pada Rabu (27/1/2021) kondisinya semakin turun mulai dari tensi dan saturasi oksigennya. Hingga pukul 17.30 Wita, ia dinyatakan meninggal.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya dan tindakan, termasuk pemberian obat-obatan, juga terapi,” tutupnya.

Jenazah Thohari Aziz diberangkatkan ke pemakaman umum KM 15 Balikpapan Utara pada pukul 20.20 Wita, dengan protokol pemakaman COVID-19. Sejumlah pejabat, anggota DPRD Balikpapan dan para kader PDI Perjuangan melepas jenazah itu.  (bom/ryn/fey/yos)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply