Blank Spot Makin Parah

TANJUNG REDEB, DISWAY – Masalah jaringan di Berau berlanjut. Bahkan wilayah blank spot akan semakin parah. Sejumlah kampung di Berau memang masih bergelut dengan jaringan internet buruk. Bahkan ada yang belum terjangkau sama sekali atau blank spot.

Data di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, 10 kampung blank spot, 25 bersinyal lemah.
Kampung yang blank spot adalah, Punan Segah, Long Laai, Panaan, Merabu, Long Peluh, Long Sului, Long Lancam, Lesan Dayak, Long Pelai dan Mapulu.

Jangankan mengatasi. Sinyal disebutkan bakal lebih terkendala lagi. Sebab menurut Kepala Bidang Penyelenggara E-Government, Diskominfo Berau, Rahmatia, dilakukan pemutusan kontrak base transceiver station (BTS) di Long Ayan.

Penyebabnya anggaran. Kata Rahmatia, infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel tersebut harus dibayar Rp 40 juta per bulan.

“Di 2021 sudah bersurat kepada provider menghentikan kerja sama. Karena keterbatasan anggaran Pemda,” ungkapnya.

Dikatakan, kendala mengatasi jaringan adalah dana daerah terbatas. “Di 2020-2021, belum ada pendanaan khusus. Walau tetap melakukan survei untuk mengetahui daerah blank spot,” jelasnya kepada Disway Berau, belum lama ini.

Diskominfo Berau berharap bantuan provinsi atau pusat. Seperti Tahun 2020. Sebanyak 12 Vsat internet diberikan pusat. Hanya saja, sebut Rahmatia, pembangunannya belum selesai. Teknisi belum memasang alatnya karena pandemik COVID-19. Pada 2019, terpasang 23 titik.

“Pemasangan Vsat internet untuk jaringan sekolah dan puskesmas,” terangnya.

Pihaknya mengimbau pemerintah kampung membeli repeater dan membangun tower untuk memenuhi kebutuhan. Sebab, tambahnya, di masa pandemi sangat mengandalkan jaringan internet. Terutama sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran daring. (*)

Saksikan video menarik berikut ini:

Leave A Reply